Toronto (ANTARA News) - Petenis asal Skotlandia Andy Murray berhasil mempertahankan gelar juara turnamen ATP Toronto Masters setela secara meyakinkan mengalahkan petenis gaya dari Swiss, Roger Federer 7-5, 7-5, Minggu (Senin WIB).

AFP melaporkan, dengan kemenangan tersebut, Murray mempertahankan peringkat empat dunia, sementara Federer naik ke peringkat kedua dibawah petenis Spanyol Rafael Nadal.

Murray mengulangi sukses Andre Agassi pada 1995, sebagai petenis pertama yang mampu mempertahankan gelar juara tersebut dua kali secara beruntun.

Ia juga menjadi petenis kelima yang berhasil mengalahkan Federer maupun Nadal dalam sebuah turnamen yang sama.

"Sangat menyenangkan bisa memenangi turnamen ini. Juga sangat menyenangkan bisa mengalahkan Roger dan Nadal pada turnamen yang sama. Saya bahkan tidak kehilangan satu set pun menghadapi mereka dan itu yang membuat saya senang," kata Murray usai pertandingan.

Sukses tersebut menjadi berita gembira bagi Murray sebagai persiapan menghadapi turnamen Cincinnati minggu depan, yang merupakan ujicoba terakhir sebelum berlaga di turnamen grand slam AS Terbuka yang dimulai pada 30 Agustus mendatang di New York.

"Saya benar-benar gembira. Ini adalah minggu-minggu terbaik saya. Ada rasa lega dengan kemenangan di Toronto ini," katanya.

"Tapi saya tidak ingin terlalu cepat puas diri karena masih ada dua event besar minggu depan dan juga AS Terbuka," kata Murray.

Sepanjang musim kompetisi tahun ini, Murray telah memenangi 30 pertandingan dan 11 kalah. Secara keseluruhan, gelar juara tersebut adalah yang ke-15 sepanjang karirnya.

"Saya bermain dengan lebih bebas dan lebih banyak melepaskan pukulan. Saya juga tampil tenang dan merasa lebih santai saat berada di lapangan," kata Murray menambahkan.

Sementara Federer, seperti halnya Murray, juga baru mengoleksi satu gelar juara sepanjang tahun ini.

"Saya tetap gembira dengan permainan saya seminggu ini. Ini adalah awal yang cukup baik," kata Federer.

"Tapi juga terasa agak menyakitkan karena tampil sebagai juara. Tapi saya sudah cukup puas dengan permainan saya di turnamen ini," katanya.

Pertandingan final tersebut sempat diwarnai dengan hujan rintik-rintik saat kedua petenis tersebut memasuki lapangan.

Karena seringnya pertandingan tertunda akibat hujan, setidaknya secara keseluruhan lama pertandingan yang ditunda mencapai dua jam.

(A032/A016/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010