China sebut kapal perang AS secara ilegal masuki wilayahnya di LCS

China sebut kapal perang AS secara ilegal masuki wilayahnya di LCS

Dokumentasi - Sejumlah pesawat tempur dari kapal induk China Liaoning mengadakan latihan di sebuah wilayah di Laut China Selatan, Senin (2/1/2017). (ANTARA/REUTERS/Mo Xiaoliang/am)

Beijing (ANTARA) - China pada Kamis mengatakan kapal perang Amerika Serikat secara ilegal memasuki wilayah perairannya di Laut China Selatan (LCS).

Pernyataan itu merupakan bentuk gesekan terbaru dalam perselisihan kedua negara terkait klaim Beijing di jalur perairan yang sibuk itu.

Dalam sebuah pernyataan, Komando Teater Selatan militer China mengatakan kapal USS Curtis Wilbur milik AS memasuki perairan dekat Kepulauan Paracel tanpa izin.

Pernyataan juga menyebutkan bahwa sejumlah kapal dan pesawat militer China membuntuti kapal AS tersebut.

Komando Teater Selatan militer China menambahkan bahwa China menentang tindakan AS itu, yang dianggap telah melanggar kedaulatannya serta merusak perdamaian dan stabilitas regional.

Laut China Selatan telah menjadi salah satu dari banyak titik gesekan dalam hubungan antara China dan AS yang mudah menjadi panas. Washington menolak klaim teritorial Beijing di perairan LCS --yang kaya sumber daya alam-- dengan menyebut klaim itu sebagai tindakan yang melanggar hukum.

Kapal-kapal perang AS telah melintasi wilayah Laut China Selatan dengan frekuensi kehadiran yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir, yang merupakan suatu aksi unjuk kekuatan terhadap klaim China.

Angkatan Laut AS pada Kamis malam mengatakan kapal USS Curtis Wilbur "menegaskan hak dan kebebasan navigasi" di dekat Kepulauan Paracel, yaitu perairan yang diklaim China, Taiwan, dan Vietnam sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Sumber: Reuters
​​​​​​
Baca juga: Filipina, AS berharap lanjutkan latihan militer gabungan di LCS

Baca juga: Filipina protes kehadiran China yang mengancam di LCS

 

Rute wisata kapal pesiar ke Laut China Selatan kembali dilanjutkan

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar