Trenggalek (ANTARA News) - Tim SAR Trenggalek, Jawa Timur, Rabu siang mengevakuasi tubuh siswa SD Negeri I Bendoagung, Kecamatan Kampak, yang hanyut dan tenggelam ke dasar sungai Tawing.

Kapolres Trenggalek AKBP Eddy Hermanto mengatakan, proses pencarian korban sempat mengalami kesulitan.

Penyebabnya, selain arus sungai saat itu cukup deras, beberapa bagian sungai sangat dalam karena baru saja dikeruk dalam rangka normalisasi.

"SAR dan polisi perlu waktu kurang lebih tiga jam untuk bisa menemukan tubuh korban," terang Kapolres.

Saat ditemukan, lanjut dia, tubuh bocah malang bernama Reza Yoga Pratama (10) tersebut sudah dalam kondisi kaku.

Siswa kelas IV SD tersebut diduga tidak bisa berenang sehingga membuatnya tenggelam saat mandi di sungai Tawing.

"Kami tidak menemukan adanya unsur kekerasan ataupun kesengajaan dalam kejadian ini," tandasnya.

Karena dianggap kecelakaan/musibah biasa, polisi hanya melakukan visum luar. Jenazah Reza lalu diserahkan kepada keluarganya yang beralamat di RT 11/RW 3, Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak untuk dikebumikan.

Keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, sebelum tenggelam, korban saat itu berniat mandi di sungai Tawing bersama dua orang rekannya, yakni Adam (10) serta Gio (10).

Jarak sungai tempat mereka mandi dengan rumah korban hanya berkisar 50-an meter.

Namun sejak diketahui berangkat mandi itu, korban tak kunjung pulang ke rumah.

Dua orang rekannya yang selamat tidak segera melaporkan kejadian tersebut sehingga membuat pihak keluarga kebingungan.

"Mungkin mereka ketakutan sehingga bersembunyi di dalam rumah," kata Kapolres.

Keluarga dan polisi baru mengetahui korban tenggelam di Sungai Tawing setelah mendengar pengakuan Adam dan Gio saat diinterogasi pihak berwajib saat awal dilakukan pencarian.

(ANT-130/I007/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010