Pantau tumbuh kembang anak dari berat badan hingga lingkar kepala

Pantau tumbuh kembang anak dari berat badan hingga lingkar kepala

Seorang anak mengukur tinggi badan saat mengunjungi Pameran Anak Berani Melukis di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/4/2021). Pameran sekaligus ruang melukis bagi anak tersebut menampilkan 30 karya lukisan dari 29 anak yang menggambarkan kisah dongeng Pak Raden dan Kereta Api Burnel sebagai bentuk proses penginderaan dan keberanian dalam tumbuh kembang anak terhadap kesenian khususnya melukis. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

Jakarta (ANTARA) -  Dokter spesialis anak yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Citra Amelinda, Sp.A, M.Kes, mengatakan penting bagi orang tua     untuk memantau tumbuh kembang anak dari setidaknya tiga aspek secara rutin; mulai dari berat badan, tinggi/panjang badan, hingga lingkar kepala anak.

"Pantau berat dan panjang badan anak serta lingkaran kepala anak secara rutin. Untuk timbang, yang ideal adalah sebulan sekali dengan waktu yang tetap atau sama, seperti misalnya pada pagi, siang, atau malam," kata dr. Citra dalam jumpa pers daring, Jumat.

Lebih lanjut, untuk mengukur lingkar kepala anak bisa dilakukan satu bulan sekali, atau minimal selama tiga bulan sekali. Caranya adalah mengukur dengan pita ukuran dari atas alis sampai samping atas telinga anak, kemudian angkanya dicatat. Pun dengan mengukur panjang badan anak.

Baca juga: Penyakit yang rentan dialami anak saat pancaroba dan solusinya

Mengapa mengukur lingkar kepala anak juga menjadi salah satu patokan selain berat dan panjang badan? Menurut dr. Citra, seiring bertumbuhnya anak, ukuran otak juga ikut bertumbuh, sehingga penting untuk dipantau perkembangannya.

Ada pun memantau pertumbuhan lingkar kepala anak dari bayi sangat penting karena beberapa masalah kesehatan bisa terdeteksi sejak dini. Mengutip dari berbagai sumber, beberapa penyakit yang bisa dideteksi antara lain kelainan kemih, jantung, tulang, ginjal, cerebral palsy dan epilepsi.

Deteksi dini terbukti bermanfaat untuk menentukan tindakan medis selanjutnya demi mencegah perkembangan penyakit menjadi lebih parah.

"Pertumbuhan otak juga penting. Dengan terus dipantau, kita bisa mengetahui pertumbuhan otak anak atau malah ada cairan lain di dalam kepala (untuk dideteksi lebih lanjut)," kata dr. Citra.

Lebih lanjut, ia mengatakan, penting bagi orang tua untuk memantau tumbuh kembang anak terutama di 1.000 hari pertama kehidupan anak; setidaknya sampai anak berusia 2 tahun.

Masa ini sangatlah penting untuk buah hati karena pertumbuhan dan perkembangan akan sangat pesat pada periode ini terutama untuk berat dan tinggi badan serta lingkar kepala anak.

"Pantau ketiganya itu, minimal tiga bulan sekali untuk anak usia di bawah 1 tahun ke dokter anak," pungkas dokter spesialis anak Primaya Hospital Bekasi Timur tersebut.

Baca juga: Pentingnya asam amino esensial untuk tumbuh kembang anak

Baca juga: Penurunan angka kematian ibu dan anak jadi parameter kemajuan negara

Baca juga: Aktif bergerak salah satu cara cegah obesitas anak

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Target turunkan stunting hingga 14%, ini 5 strategi BKKBN

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar