Motorsport

McLaren akan ramaikan Extreme E pada 2022

McLaren akan ramaikan Extreme E pada 2022

Logo Extreme E dan McLaren (HO via Extreme E)

Mendapati McLaren bergabung, yang menjadi simbol level tertinggi balapan dan inovasi otomotif, adalah dukungan yang sangat besar ...
Jakarta (ANTARA) - McLaren Racing akan meramaikan ajang Extreme E, seri balap off-road elektrik yang memiliki misi mempromosikan keberlanjutan dan keberagaman, mulai tahun depan.

Tim asal Woking, Inggris, itu akan ambil bagian di lima balapan yang digelar di berbagai belahan dunia sehingga akan turut membantu mengakselerasi agenda kampanye keberlanjutan yang mereka usung.

Extreme E sendiri menggunakan balapan sebagai platform menyoroti dampak perubahan iklim di sejumlah daerah terpencil, yang menjadi lokasi kejuaraan, dengan menggunakan mobil balap elektrik untuk menekan emisi karbon.

Baca juga: Extreme E gaet 18,5 juta view lewat TikTok

Selain itu, ajang balap mobil off-road elektrik itu menjunjung kesetaraan gender dengan mewajibkan setiap tim kompetitor diperkuat satu pebalap pria dan satu wanita.

"Sejak pertama kali Extreme E diumumkan kami telah mengikuti perkembangan seri ini dengan seksama," kata CEO McLaren Racing Zack Brown dalam rilis pers, Jumat.

"Perhatian kami langsung tertuju kepada format inovatif dari platform olahraga balap ini, khususnya kemampuan yang diberikan kepada kami untuk mengakselesari dan mendorong agenda keberlanjutan secara menyeluruh kami sendiri, yang memiliki prioritas sama yaitu dekarbonisasi, pengurangan limbah, keberagaman, dan kesetaraan.

Pada saat yang sama, keikutsertaan McLaren akan memungkinkan mereka meraih audiens baru dengan format balapan yang inovatif, terubung dengan generasi baru fan lewat konten yang disebarkan melalui berbagai macam kanal.

Brawn juga menegaskan bahwa McLaren selalu berada di garis terdepan dan tidak pernah takut untuk menembus batas, berpartisipasi dalam kategori-kategori baru.

"Di saat Formula 1 akan selalu tetap menjadi pusat dunia kami, seperti INDYCAR dan esports, masuknya kami ke Extreme E menjadi tambahan bagi franchise McLaren dan akan melengkapi serta membantu mendukung semua program kami," kata Brawn.

Baca juga: Tim Rosberg menangi seri perdana Extreme E di gurun Arab Saudi

Balap mobil listrik bukan hal baru bagi McLaren karena mereka telah menjadi pemasok baterai untuk mobil Gen 1 dan Gen 2 kejuraan FIA Formula E, menggunakan teknologi yang sama dengan yang dipakai di hypercar McLaren P1.

Pada kejuaraan Extreme E musim depan, seperti tim-tim lain, McLaren Racing akan dibatasi untuk empat mekanik, satu engineer di setiap balapan dengan satu mobil dan dua pebalap saja.

"Mendapati McLaren bergabung, yang menjadi simbol level tertinggi balapan dan inovasi otomotif, adalah dukungan yang sangat besar sehingga apa yang kami raih dalam hanya dua balapan pertama Musim 1 telah menciptakan dampak yang nyata di olahraga balap," kata Alejandro Agag, CEO Extreme E dan juga penggagas Formula E.

Sejumlah nama besar di dunia balap telah ambil bagian di musim pertama Formula E, seperti Juara dunia F1 Nico Rosberg dan Lewis Hamilton yang menurunkan tim mereka masing-masing, kemudian mereka yang turun langsung di balik kemudi seperti juara dunia reli Sebastian Loeb, juara dunia F1 Jenson Button, dan juara W Series Jamie Chadwick.

Setelah seri pembuka di Arab Saudi dan Senegal, tim dan pebalap akan menuju ke Kangerlussuaq, Greenland untuk balapan ketiga pada 28-29 Agustus.

Baca juga: Loeb bawa tim X44 milik Hamilton tercepat pada kualifikasi Extreme E
Baca juga: Button kembali ke sekolah balap jelang debut Extreme E

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar