New York (ANTARA News) - Penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asean-Amerika Serikat memberikan kepentingan nasional dan tidak akan merusak kepentingan Indonesia ditataran hubungan hubungan diplomatik, kata Menteri Luar negeri Marty Natalagawa.

"KTT tersebut tidak ada niatan untuk memberikan keuntungan kepada siapapun tapi juga untuk kepentingan nasional Indonesia secara sejajar dan setara," kata Menlu Marty kepada pers, di New York, Jumat atau Sabtu dini hari waktu Indonesia.

Hadir dalam konferensi pers itu Wapres Boediono, Ketua Unit Kerja bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4) Kuntoro Mangkusubroto serta Dubes RI untuk AS Dino Patti Djalal.

KTT ASEAN-AS berlangsung 24 September 2010 di New York dan dibuka oleh Presiden Barack Obama.

Menurut Marty, KTT tersebut bukan merupakan upaya Indonsia dan Asean untuk mengabaikan China sebagai salah atu mitra utama di kawasan Asia.

Sebagai negara yang tidak memiliki masalah dengan negara manapun, Indonesia tetap menjadikan China sebagai mitra utama di berbagai bidang.

"Bahkan Indonesia dan China saat ini sudah memiliki Kerjasama Strategis yang sangat menguntungkan kedua belah pihak," katanya.

Marty mengatakan, KTT tersebut bukan merupakan upaya Indonesia dan Asean untuk menjauhi China sebagai mitra di kawasan Asia, tapi semata-mata merupakan upaya untuk meningkatkan kerjasama dengan negara manapun.

"Tidak ada niatan sama sekali untuk mengabaikan China sehubungan dengan penyelenggaraan KTT ini. Baik China dan AS adalah mitra Indonesia diberbagai bidang," kata Marty.

Sejumlah media menyoroti mengenai penyelenggaraan KTT ASEAN -AS yang dinilai China sebagai ancaman.

China menilai AS melalui KTT telah berupaya untuk menarik, memberikan perhatian lebih dan mempengaruhi Asean dan ini dinilai sebagai ancaman serius bagi China.

Soal adanya tuduhan seperti itu, menlu secara diplomatis mengatakan bahwa biarkan saja isu itu berkembang namun yang pasti Indonesia tidak menganggap seperti demikian.

Amerika Serikat dan China, katanya, mungkin saja memiliki masalah diberbagai bidang dan di sini peran Indonesia bisa menjadi perekat untuk menghindari konflik kedua negara itu agar tidak berkembang lebih luas.(*)
(ANT/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010