PT BKS terus dorong pengembangan tanaman stevia di Minahasa

PT BKS terus dorong pengembangan tanaman stevia di Minahasa

Ilustrasi - Tanaman stevia. ANTARA/Pixabay

Kami cukup banyak melakukan survei di beberapa negara di kawasan Asia dan kami menemui hanya di Indonesia yang paling cocok dan optimal untuk pengembangan stevia ini
Jakarta (ANTARA) - PT Bejana Kasih Sempurna (BKS) bekerja sama dengan Stevia Farms Co Ltd akan terus mendorong pengembangan budi daya tanaman stevia, yang dikenal sebagai pengganti gula, di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

"Kami akan melibatkan masyarakat petani di sekitar kebun dengan sistem contract farming dan hasil panen stevia akan diekspor ke Korea Selatan sebagai bahan pangan dan farmasi," kata Chief Executive Officer BKS Oktavianus Minanga dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan perseroan sudah memiliki izin untuk pengembangan tanaman rendah kalori ini termasuk izin pemasukan benih serta izin produsen benih dari pemangku kepentingan terkait.

Pengembangan ini, lanjut dia, akan dilakukan lahan seluas tujuh hektare dengan benih Yun Nong Stevia yang berasal dari perusahaan induk asal Korea Selatan, Stevia Farms Co Ltd.

"Jika tidak ada halangan, sekitar September atau Oktober, kami akan melakukan ekspor perdana melalui port Bitung. Perusahaan Korea ini juga segera membangun industri pengolahan stevia di Indonesia senilai 34 juta dolar AS," katanya.

Vice President Stevia Farm Co Ltd Kwang Surk Yoo mengaku optimistis dengan peluang budi daya tanaman stevia di Indonesia, khususnya Kabupaten Minahasa, karena potensinya sangat besar.

"Kami cukup banyak melakukan survei di beberapa negara di kawasan Asia dan kami menemui hanya di Indonesia yang paling cocok dan optimal untuk pengembangan stevia ini," katanya.

Ia memaparkan saat ini kebutuhan stevia dunia kurang lebih 1.200 ton per bulan, dengan sekitar 200 tonnya terserap oleh industri pangan dan farmasi di Korea Selatan.

Sedangkan, sisanya untuk kebutuhan negara-negara lain yang disuplai oleh Stevia Farms dengan branding New Stevia.

"Untuk produk stevia dari Indonesia mempunyai kode produk internasional di Korea dengan nama New Stevia Yun Yan," kata Kwang.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Dedi Junaedi menyampaikan stevia merupakan salah satu komoditas prospektif, karena bermanfaat sebagai tanaman pemanis rendah kalori substitusi gula tebu.

"Diversifikasi sumber pemanis ini, selain gula kristal putih (GKP) dan gula merah, juga diharapkan dapat mengurangi beban impor, sehingga dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada pemanis terutama untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga," ujarnya.

Namun, kendala utama pengembangan stevia di Indonesia adalah penyediaan varietas unggul yang masih terbatas, sehingga perlu dukungan oleh teknik perbanyakan bahan tanaman bermutu dan efisien secara masal, serta teknologi budi daya.

"Kemitraan dengan Stevia Farms ini diharapkan dapat mengatasi hal tersebut sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan mutu produk," katanya.

Ia mengatakan kerja sama pengembangan budi daya stevia ini dapat membentuk rantai pasar yang jelas serta memberikan konektivitas permintaan dan penawaran yang memadai sehingga dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan petani.

"CEO PT BKS menjamin bahwa seluruh hasilnya akan dibeli dengan harga yang sudah ditentukan diawal dan dituangkan dalam kontrak dengan petani yang menanam. Daun stevia yang dihasilkan dari lahan yang ada saat ini, baru dikeringkan dan dijual sebagai daun stevia kering oleh petani," katanya.

Baca juga: Enam bahan alami ini bisa digunakan sebagai pengganti gula

Pewarta: Satyagraha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Usher cantik ‘pemanis’ dalam GIIAS 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar