Wall Street dibuka lebih tinggi setelah pengumuman inflasi utama

Wall Street dibuka lebih tinggi setelah pengumuman inflasi utama

Ilustrasi: Suasana persiapan perdagangan saham di lantai Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat (ANTARA/REUTERS)

New York (ANTARA) - Saham-saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat, dibuka lebih tinggi pada perdagangan Jumat pagi waktu setempat seiring investor mempelajari data inflasi, pendapatan, dan pengeluaran.

Sesaat setelah bel pembukaan, Indeks Dow Jones Industrial Average menanjak 180,16 poin, atau 0,53 persen, menjadi 34.376,96. Indeks S&P 500 naik 9,28 poin, atau 0,22 persen, menjadi 4.275,77. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 10,76 poin atau 0,07 persen menjadi 14.380,47.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 menguat pada perdagangan pagi, dengan sektor keuangan naik 0,87 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor layanan teknologi dan komunikasi bertahan.

Departemen Perdagangan AS melaporkan pada hari Jumat, pendapatan pribadi di negara itu turun dua persen pada Mei dan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) meningkat 0,1 persen.

Indeks harga PCE inti - pengukur inflasi yang penting bagi pembuat kebijakan - naik 3,4 persen bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya, menurut departemen tersebut.

Termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, Indeks Harga utama PCE melonjak 3,9 persen dibandingkan tahun lalu, hampir dua kali lipat dari target inflasi bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) sebesar dua persen.

"Masih harus dilihat seberapa besar ketahanan pendapatan dan konsumsi menambah inflasi," kata Ekonom FHN Financial, Chris Low dan Will Compernolle dalam sebuah catatan pada hari Jumat.

"Minggu ini, kami mendengar lebih dari setengah lusin pembicara Fed. Sebagian besar optimis tentang inflasi, tetapi beberapa menjadi cemas. Saat ini, tidak ada cara untuk mengetahui dengan pasti kelompok mana yang lebih mendekati kebenaran," kata mereka.

Pada Kamis ekuitas AS ditutup lebih tinggi dengan Indeks Dow Jones naik lebih dari 300 poin, di tengah kekuatan di sektor keuangan.

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar