Anggota DPR ingatkan warga tak berdebat dengan yang remehkan COVID-19

Anggota DPR ingatkan warga tak berdebat dengan yang remehkan COVID-19

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih (jas hitam). ANTARA/HO-DPR

Jaga dirimu dan keluargamu abaikan mereka yang tak memperdulikan-mu apalagi yang tak mau memberi nasihat yang baik. Minum vitamin, olahraga, banyak doa, jangan keluar rumah dan jangan ngumpul-ngumpul dulu
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih mengingatkan masyarakat tidak berdebat dengan pihak-pihak yang menganggap remeh COVID-19.

Hal tersebut dikatakannya merespons lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi belakangan ini.

"Tidak ada gunanya berdebat dengan mereka yang menganggap remeh virus berbahaya ini. Mereka yang menganggap remeh adalah yang miskin rasa kemanusian-nya. Begitu berharga-nya waktu yang kita miliki jika untuk berdebat dengan hal yang tak berguna apalagi yang menyepelekan rasa kemanusiaan," kata Demer sapaan akrabnya dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Oleh karena itu, politisi senior itu mengingatkan masyarakat untuk jangan meladeni mereka yang masih menganggap enteng virus tersebut.

Baca juga: Usai dikunjungi Presiden, Rawasari ajukan bansos untuk warga isoman

Baca juga: Presiden tinjau lokasi penerapan PPKM mikro di Jakarta Pusat


"Jaga dirimu dan keluargamu abaikan mereka yang tak memperdulikan-mu apalagi yang tak mau memberi nasihat yang baik. Minum vitamin, olahraga, banyak doa, jangan keluar rumah dan jangan ngumpul-ngumpul dulu," ujar Demer.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga telah mempelajari berbagai opsi penanganan COVID-19 dan memutuskan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk menghentikan laju penularan COVID-19.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak tetap disiplin protokol kesehatan dalam menghadapi wabah.

"Wabah ini masalah nyata. Penyakit ini tidak mengenal ras maupun diskriminasi. Setiap orang tidak peduli apa asal-usulnya, status ekonominya, agamanya maupun suku bangsanya, semua dapat terkena. Ini penyakit yang tidak melihat siapa kita. Jika kita tidak berhati-hati dan berdisiplin, menjaga diri, kita bisa kena," ujarnya.

Diketahui, beberapa minggu terakhir angka kasus per hari COVID-19 membludak bahkan pernah menyentuh angka 20.574 kasus dalam sehari. Hal tersebut mengantarkan Indonesia masuk daftar lima negara penyumbang kasus COVID-19 tertinggi dunia melampaui Amerika Serikat hingga Inggris.

Baca juga: Dikunjungi Presiden, Kelurahan Rawasari klaim PPKM mikro berjalan baik

Baca juga: Khofifah pesan Bupati Tuban percepat vaksinasi dan perketat PPKM mikro

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Wakil Ketua Komisi VI DPR minta KIT Batang perhatikan buruh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar