Indramayu (ANTARA News) - Kondisi lalu lintas di jalur pantura Kabupaten Indramayu, Jawa Barat siang hari mulai dipadati pemudik terutama para pengendara sepeda motor.

Memasuki H-6 jumlah kendaraan yang melintas meningkat jika dibanding sebelumnya, diperkirakan pemudik akan semakin padat menjelang sore hari.

Tarno, salah seorang pemudik roda dua mengatakan di Indramayu Sabtu, memasuki H-6 perjalanan dari Jakarta hingga tiba di pantura Kabupaten Indramayu, masih lancar namun jumlah kendaraan siang hari mulai meningkat.

"Pemudik dari Jakarta tujuan Jawa Tengah, Jawa Timur berangkat selepas sholat subuh, sehingga siang hari di pantura Indramayu mulai padat," katanya.

Ia menambahkan, pemudik yang melintas jalur utara Kabupaten Indramayu, harus hati-hati karena jalan sepanjang sekitar sembilan kilometer di Kecamatan Patrol berlubang dan bergelombang, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Sementara itu Kepala desa Sukra Wetan Warim menuturkan, pemudik yang melintas di kantor balai desanya meningkat pada siang hari sedangkan pagi tadi didominasi oleh kendaraan truk pengangkut barang dan mobil pribadi.

"Pemudik kendaraan roda dua terus meningkat, mulai dari jam 09.00 WIB hingga saat ini diperkirakan jumlah mereka akan semakin padat menjelang sore hari," katanya.

Ia mengimbau, pemudik yang melintas di desa Sukra harus hati-hati di persimpangan menuju kepasar tradisioanl setempat, karena banyak warga yang melintas dan sering terjadi kemacetan di persimpangan tersebut.

Sementara itu Kapolres Indramayu yang sedang memantau jalur utama mudik di pantura kabupaten Indramayu mengimbau supaya pemudik memanfaatkan tempat istirahat yang telah disediakan, terutama pengguna kendaraan roda dua agar kondisi mereka selalu stabil.

"Pemudik roda dua harus selalu menjaga kondisi kesehatan mereka, karena perjalanan dengan menggunakan sepeda motor membutuhkan tenaga yang cukup tinggi, biasanya setelah dua jam perjalanan konsentrasi pengendara mulai turun," katanya.
(ANT-061/B010)

Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010