Realisasi TJSL Pelni naik 54 persen

Realisasi TJSL Pelni naik 54 persen

Foto udara Kampung Pelni Baubau di Kelurahan Kadolokatapi, Baubau, Sulawesi Tenggara, Rabu (9/6/2021). PT PELNI (Persero) Cabang Baubau membuat Kampung Pelni untuk membantu meningkatkan pendapatan warga setempat dengan memanfaatkan dan mendaur ulang sampah dari kapal penumpang milik PT PELNI dan dijadikan kerajinan yang bernilai tambah. ANTARA FOTO/Jojon/wsj. (ANTARA FOTO/JOJON)

Selain pembangunan RKS dan pelestarian terumbu karang, rencananya Perusahaan akan membangun Kampung Nelayan PT PELNI.
Jakarta (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mencatatkan kinerja positif pada realisasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di semester 1 tahun 2021, yaitu naik 54,3 persen jika dibandingkan pada semester 1 tahun 2020.

Hingga Juni 2021, PT Pelni telah menyalurkan dana TJSL sebesar Rp2.053.118.036,- untuk program Pendanaan UMK (Program Kemitraan) dan Program Bantuan lainnya (Program Bina Lingkungan) yang sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals).

Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko PT Pelni Ony Suprihartono  dalam keterangan tertulis, Rabu  menyampaikan bahwa perusahaan menyalurkan dana program PUMK sebanyak Rp690 juta kepada 16 pelaku UMK yang terdiri dari sektor perdagangan, industri, perikanan dan peternakan. Sedangkan untuk Program Bantuan lainnya, Perusahaan telah menyalurkan dana sebanyak Rp1.363.118.036,-.

“Jika dibandingkan pada semester 1 tahun 2020, kinerja TJSL Perusahaan naik 54,3 persen atau naik sebanyak Rp 722.626.788,- dengan total penyaluran dana TJSL sebanyak Rp 1.330.491.248,-. Dana yang disalurkan pada tahun 2020 difokuskan untuk membantu penanganan Pandemi Covid-19 terutama bantuan-bantuan alat kesehatan dan kegiatan pembangunan berkelanjutan lainnya,” katanya.

Ony mengatakan, Pelni berkomitmen untuk berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan hidup secara berkesinambungan.

“Disamping kami terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, kami juga diberi amanat oleh Pemerintah melalui program TJSL sebagai bentuk tanggung jawab Perusahaan pada masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.
​​​​​​​
Program TJSL PT Pelni dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN berdasarkan pilar utama sosial, lingkungan, ekonomi, hukum dan tata kelola.

“Keempat pilar ini menjadi acuan kami dalam pelaksanaan program TJSL dengan tetap memperhatikan SDGs untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan dan pemangku kepentingan mendapatkan manfaatnya,” tutur Ony.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program TJSL Pelni dibagi menjadi Program Pendanaan UMK dan Program Bantuan lainnya. Program PUMK yang dilaksanakan oleh Perusahaan tidak hanya memberikan pinjaman dana, melainkan melakukan pembinaan berupa pendidikan dan pelatihan. Harapannya adalah dapat mengoptimalkan kompetensi UMK sehingga dapat bersaing dan mengembangkan industrinya.

“Di masa pandemi Covid-19 ini diharapkan para pelaku UMK dapat mengolah dana kemitraan dengan baik untuk mengembangkan usahanya. Kami juga berikan pelatihan-pelatihan untuk pelaku UMK agar mereka siap bersaing, terutama dalam memperluas pangsa pasarnya,” katanya.

Sedangkan penyaluran dana untuk Program Bantuan lainnya pada semester 1 tahun 2021 ini difokuskan untuk program pelestarian alam terumbu karang dan rumah kelola sampah (RKS), bencana alam, sarana dan prasarana umum seperti pembuatan sumur dan MCK, sarana ibadah, serta program kemasyarakatan lainnya.

Ony menambahkan, pada tahun 2021 ini Pelni juga telah meresmikan Rumah Kelola Sampah (RKS) Kampung PELNI Baubau di Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Baubau, Sulawesi Tenggara pada Rabu (9/6).

Kampung RKS sebagai program bantuan kemasyarakatan diharapkan bisa membangun kemandirian masyarakat dengan memberi nilai tambah dari sampah rumah tangga menjadi barang bernilai jual. Disamping bermanfaat untuk masyarakat pembangunan RKS juga memberikan dampak kemudahan bagi PELNI dalam menangani pengelolaan sampah yang dihasilkan dari kapal-kapal penumpang.

“Selain pembangunan RKS dan pelestarian terumbu karang, rencananya Perusahaan akan membangun Kampung Nelayan PT PELNI. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman serta untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya nelayan,” katanya.


Baca juga: Pelni terus sosialisasikan protokol kesehatan ke penumpang

Baca juga: Pelni hadirkan Rumah Kelola Sampah di Baubau Sultra

Baca juga: PELNI jadi yang pertama sediakan GeNose C19 di atas kapal

 

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapal milik PT Pelni dijadikan tempat isoter Kota Medan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar