Kasus COVID-19 meningkat, pembukaan kembali Bali untuk wisman ditunda

Kasus COVID-19 meningkat, pembukaan kembali Bali untuk wisman ditunda

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan pada acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (18/6/2021). Kegiatan yang bertajuk "Kilau Digital Flobamora" itu diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk memulihkan ekonomi dan pariwisata nasional yang terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

Kalau Bali, saya kira jawabannya Anda sendiri bisa jawablah. Kan 'ndak mungkin dibuka lagi dengan ada (varian) Delta ini
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembukaan kembali Bali untuk wisatawan mancanegara (wisman) kemungkinan akan ditunda menyusul terjadinya peningkatan kasus COVID-19, terlebih dengan adanya varian Delta.

"Kalau Bali, saya kira jawabannya Anda sendiri bisa jawablah. Kan 'ndak mungkin dibuka lagi dengan ada (varian) Delta ini," katanya dalam konferensi pers virtual tentang PPKM Darurat, Kamis.

Menurut Luhut, pemerintah kini fokus pada upaya penanganan COVID-19. Pemerintah juga akan menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali mulai 3-20 Juli 2021.

"Jadi kita tidak berpikir ke situ lagi. Sekarang kita berpikir bagaimana menurunkan dengan menyuntik sebanyak mungkin (vaksin), protokol kesehatan, itu yang sekarang sedang kita lakukan," ujarnya.

Luhut menuturkan, selain dengan mengatur pengetatan aktivitas dalam PPKM Darurat, pemerintah juga akan memperkuat sistem 3T (Testing, Tracing, Treatment). Kapasitas testing akan diperkuat mencapai 1/1000 penduduk per minggu, dan Tracing sampai mencapai lebih dari 15 kontak erat per kasus konfirmasi.

Begitu pula Treatment juga akan dilakukan dengan komprehensif sesuai dengan berat gejala. Hanya gejala sedang, berat, dan kritis yang perlu dirawat di rumah sakit, dan isolasi akan diperketat untuk mencegah penularan.

"Pemerintah akan terus meningkatkan jumlah vaksinasi. Pencapaian target vaksinasi saat ini sebesar 70 persen dari total populasi pada kota/kabupaten prioritas paling lambat bulan Agustus 2021," katanya.

Melalui penerapan PPKM Darurat, pemerintah juga berharap dapat mengurangi laju kenaikan kasus konfirmasi positif di Indonesia. Ditargetkan penurunan penambahan kasus konfirmasi kurang dari 10 ribu kasus per hari.

"Kita berharap dalam waktu itu kita menurunkan sampai dengan di bawah 10 ribu atau dekat ke 10 ribu (kasus)," kata Luhut.

Baca juga: Sandiaga Uno: Persiapan pembukaan pariwisata Bali capai 90 persen

Baca juga: Pengendalian dan vaksinasi COVID-19 baik jelang pembukaan wisata Bali

Baca juga: Pemprov Bali lihat perkembangan kasus COVID-19 buka wisata buat wisman


Baca juga: Luhut sebut tengah negosiasi dengan beberapa negara buka travel bubble
 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Jelang G-20, Panglima TNI tinjau Bandara Ngurah Rai

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar