Dinkes: Cakupan vaksinasi di NTB capai 11,90 persen

Dinkes: Cakupan vaksinasi di NTB capai 11,90 persen

Ilustrasi: Penyiapan dosis vaksin COVID-19, dalam kegiatan vaksinasi massal di depan Taman Sangkareang, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Rabu (7/7-2021). ANTARA/Nirkomala

sudah meminta stok vaksin 6.754.294 dosis lebih
Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menyebutkan cakupan vaksinasi COVID-19 bagi warga di 10 kabupaten/kota se-NTB mencapai 11,90 persen dari target sasaran 3.377.147 jiwa.

"Target sasaran vaksinasi di NTB itu 70 persen dari total jumlah penduduk di NTB sekitar 5.000.000 jiwa lebih," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTB H Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Kamis.

Terkait dengan itu, pihaknya melakukan percepatan dengan membuka layanan vaksinasi pada semua fasilitas kesehatan (faskes) yang ada di daerah itu, untuk memberikan layanan vaksinasi COVID-19 massal dengan sasaran mulai usia 12 tahun ke atas.

Bahkan, lanjutnya, animo masyarakat begitu tinggi melakukan vaksinasi COVID-19 setelah dibuka usia 12 tahun ke atas. Tapi, hal itu juga sangat tergantung dari ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat.

"Untuk percepatan kami bahkan sudah meminta stok vaksin 6.754.294 dosis lebih atau dua kali lipat dari target sasaran 3.377.147 jiwa, dengan ketentuan untuk stok dosis pertama dan kedua namun realisasinya diberikan bertahap," katanya.

Baca juga: NTB berencana gratiskan tes cepat untuk wisatawan
Baca juga: Polda NTB perketat benteng pertahanan masyarakat dari ancaman COVID-19


Menurutnya, untuk pelaksanaan vaksinasi masyarakat umum, NTB sudah masuk tahap ketiga. Bahkan, progres vaksinasi di NTB, mirip-mirip dengan progres nasional dengan cakupan dosis pertama 11,90 persen dan dosis kedua 5,43 persen.

"Dengan melihat cakupan tersebut, NTB bisa dikatakan serapan bagus sebab begitu vaksin datang langsung kita distribusikan," katanya.

Lebih jauh, Hamzi mengatakan, dosis vaksin yang diterima selama ini rata-rata vaksin Sinovac, dan hanya sebagian kecil vaksin AstraZeneca.

"Untuk pendistribusian kita berikan sesuai permintaan dan selama ini yang menggunakan vaksin AstraZeneca masih dari kalangan TNI/Polri," katanya.

Baca juga: BPJAMSOSTEK-BP2MI cegah penularan COVID-19 dari kepulangan ribuan PMI
Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Lansia di NTB capai 70 persen

Pewarta: Nirkomala
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cakupan vaksinasi Aceh rendah, IDAI tak rekomendasikan sekolah tatap muka

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar