Tidak hanya BBM, kilang Balikpapan juga produksi SF 05

Tidak hanya BBM, kilang Balikpapan juga produksi SF 05

Ilustrasi - Pekerja melintas di kawasan kilang RU V Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/ama.

Untuk pengeboran minyak, kami memproduksi lumpur pelumas pengeboran dengan merek SF 05
Balikpapan (ANTARA) - Kilang Pertamina Balikpapan juga memproduksi berbagai produk untuk kebutuhan pengeboran minyak dan mesin-mesin diesel industri, selain bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan Indonesia bagian timur.

“Untuk pengeboran minyak, kami memproduksi lumpur pelumas pengeboran dengan merek SF 05,” kata Humas Pertamina Unit Kilang Ely Chandra Peranginangin, Jumat.

Smooth Fluid (SF) 05 digunakan sebagai pelumas dalam pengeboran sumur minyak dan gas. Karena kualitasnya, SF 05 dipakai tidak hanya oleh perusahaan-perusahaan migas di dalam negeri, tapi sudah diekspor hingga Aljazair.

Beberapa perusahaan yang memakai produk ini adalah Pertamina EP, Pertamina Hulu Sanga-Sanga, Petrochina, CNOOC, Pertamina Hulu Mahakam, dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur.

Pada periode Januari sampai dengan Juni 2021, Pertamina Unit Kilang Balikpapan telah memproduksi 62,3 ribu barrel produk SF-05 ini.

"SF-05 ini produk yang ramah lingkungan karena memiliki kandungan sulfur dan aromatik yang rendah. Produk ini spesial karena hanya dapat dihasilkan oleh Kilang Balikpapan," kata Chandra.

Kilang Balikpapan juga memproduksi bahan bakar disel High Speed Diesel (HSD) 50 ppm, Net Bottom Fractionator (NBF), Low Aromatic White Spirit (LAWS), dan Marine Gasoil (MGO) Low Sulfur.

HSD 50 ppm merupakan bahan bakar disel kualitas tinggi dengan kadar sulfur rendah sesuai standar EURO IV. NBF merupakan bahan dasar pembuatan minyak pelumas. LAWS adalah solvent atau pelarut dengan kandungan aromatic rendah.

"Pelarut ini biasa digunakan untuk bahan baku pabrik cat, tinta, pembersih, perekat, dan vulkanisir ban," kata Chandra.

Kilang Pertamina Balikpapan (novi abdi/Antara)

Kemudian, sesuai namanya, marine gasoil, adalah bahan bakar mesin disel kapal laut.

Menurut Chandra, MGO Low Sulfur dapat dipakai di kawasan sub tropis hingga kutub karena titik tuangnya yang rendah.

Periode Januari sampai dengan Juni 2021, Kilang Balikpapan telah memproduksi MGO Low Sulfur sebanyak 63 ribu barrel.

"Dengan memproduksi produk-produk berkualitas tinggi kita tentu berharap Pertamina RU Balikpapan dapat terus tumbuh menjadi kilang yang kompetitif dan berkelas dunia," kata Chandra.

Kilang Balikpapan merupakan kilang Pertamina kedua terbesar di Indonesia dengan kapasitas olahan 260 ribu barel minyak per hari, atau 25 persen dari kapasitas seluruh kilang di Indonesia.

Saat ini Kilang Balikpapan juga sedang ditingkatkan kapasitasnya menjadi 360 ribu barel per hari dengan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP).

Baca juga: Proyek pengembangan Kilang Balikpapan capai 35,74 persen

Baca juga: BKPM pastikan kepatuhan TKDN di proyek RDMP Balikpapan

Baca juga: Kilang Pertamina Balikpapan aktifkan COVID Ranger lawan pandemi corona


 

Pewarta: Novi Abdi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pertamina belum pastikan penyebab kebakaran kilang Balikpapan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar