Liwa, Lampung Barat (ANTARA News) - Sate ikan "tukhuk" (Blue Merlin) di gemari wisatawan asing karena selain gurih juga berkhasiat.

"Sate ikan "Tukhuk" (Blue Merlin) di gemari wisatawan asing, selain rasanya gurih, ikan tukhuk juga berkhasiat," kata pedagang sate ikan di Pasar Krui, Kecamatan Pesisir Tengah, Lampung Barat, Rahayu T (33), sekitar 322 Km dari Bandarlampung, di Krui, Minggu.

Menurut dia, sate ikan blue merlin menjadi icon makanan Pesisir Lampung Barat.

Rahayu menjelaskan, setiap hari wisatawan asing memesan sate ikan Blue Merlin, sebagai makan wajib.

"Selain rasanya gurih, daging ikan Blue Merlin bebeda dengan ikan lain, sehingga wisatawan asing itu mencoba, akan ketagihan," kata dia.

Kemudian lanjut dia, harga sate ikan blue merlin murah, sehingga dapat dijangkau masyarakat dalam daerah juga.

"Daging ikan Blue Merlin dapat diolah berbagai jenis, dan mayoritas pedagang makanan memilih ikan ini sebagai bahan baku olahan makanan, karena kultur daging ikan mirip dengan daging hewan," katanya.

Salah seorang turis dari Negara Portugas, Joaquin (36) mengatakan, sate jenis ikan blue merlin menjadi favorit wisatawan yang berlibur di pesisir.

"Setiap saya datang di Pesisir Lampung Barat, saya pasti makan sate ikan Blue Merlin, sebab sate ikan ini sangat gurih selain itu enak, dan menjadi menu wajib," kata dia.

Menurut dia, rasa sate ikan Blue Merlin unik dan berbeda dengan olahan makanan ikan lain.

"Makanan ini layak dijadikan makanan khas pesisir, karena baru Lampung Barat yang membuat olahan sate dari ikan Blue Merlin, dan kurang rasanya datang ke pesisir bila tidak mencicipi sate ikan ini," katanya.

Potensi perikanan di laut pesisir berlimpah, sehingga ini menjadi peluang usaha bagi pelaku bisnis makanan untuk mengembangkan jenis makanan hasil tangkapan ikan pesisir.

Di ketahui daerah pesisir terdapat populasi "Tukhuk" (Blue Merlin) yang membuat jenis ikan ini di jadikan menu makanan yang khas untuk pendatang yang sengaja berlibur di Pesisir Lampung Barat.

Rata-rata setiap penjual sate ikan mampu menghabiskan sekitar 200 hingga 400 tusuk sate, dengan harga Rp15 ribu per porsi.

Menurut pedagang sate di daerah ini, kendala bahan baku belum pernah di temui, bahkan pasokan ikan dari nelayan berjalan dengan lancar setiap harinya, harga daging ikan Blue Merlin di pasaran mencapai Rp45.000 per kilo.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Barat, Nata Djudin Amran, mengatakan, masyarakat dapat mengembangkan potensi perikanan untuk usaha makanan.

"Dengan melimpahnya potensi perikanan, tentu menjadi peluang usaha bagi masyarakat untuk membuka pengolahan makanan berbahan dasar ikan hasil tangkapan nelayan, sehingga usaha olahan makanan ikan ini akan dapat meramaikan aset pariwisata di daerah ini," kata Nata.

Dia menguraikan, masyarakat dapat terus mengembangkan aneka makanan dari ikan.

"Melihat potensi perikanan yang melimpah, masyarakat dapat mengolah jenis makanan yang unik, yang dapat diolah berbagai macam olahan makanan, dan optimis semakin berkembangnya aneka olahan ikan di daerah ini, maka turut membantu pemerintah dalam meningkatkan dunia pariwisata di daerah pesisir," katanya. (ANT-049/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010