Distributor oksigen di Sumatera Barat diimbau utamakan rumah sakit

Distributor oksigen di Sumatera Barat diimbau utamakan rumah sakit

Ilustrasi pekerja mengisi tabung-tabung oksigen. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Lubuksikaping (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, mengimbau agar distributor oksigen mendahulukan kepentingan rumah sakit karena kebutuhan untuk pasien Covid-19 perlu diutamakan.

"Terkait menipisnya persediaan oksigen di RSUD Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, saya telah koordinasikan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat melalui telepon pada Senin (26/7) malam," katanya, saat dihubungi melalui telepon di Lubuksikaping, Pasaman, Selasa.

Baca juga: Menkeu bebaskan pajak impor barang keperluan COVID-19

Ia menyebutkan seyogyanya saat mendengar informasi tabung oksigen sulit didapatkan di Kabupaten Pasaman, mestinya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat turun tangan membantu sesuai dengan tupoksinya.

Selain Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, ia juga berkata kepada aparat penegak hukum yang tergabung Satgas Covid-19 agar turun tangan mengawasi.
"Provinsi Sumatera Barat sedang menunggu proses bantuan tabung oksigen dari Pemerintah Provinsi Riau sebanyak 7,8 Ton atau sekitar 700 tabung oksigen," kata dia.

Baca juga: Kapolda Metro serahkan 138 tabung oksigen sitaan ke Pemprov DKI

Ia menerima informasi bahwa kebutuhan tabung oksigen dari distributor di Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, cukup bagus. "Semua pihak harus terbuka dengan persoalan oksigen ini, jangan ada yang mempermainkan," tegasnya.

Ucapan terimakasih kepada para tenaga kesehatan, selama ini para tenaga kesehatan sudah berjuang menangani pandemi COVID-19 serta merupakan garda terdepan dalam melawan COVID-19, harus tetap semangat.

Baca juga: RS Paru Jember sempat kehabisan oksigen selama tiga jam

Sebelumnya, Senin (26/7), Direktur RSUD Lubuk Sikaping, Yong Marzuhaili, di Lubuk Sikaping, mengatakan RSUD Lubuk Sikaping dalam sehari menghabiskan hingga 40 tabung oksigen, namun hari ini hanya tinggal 15 tabung oksigen.

Terkait kekurangan tabungan oksigen ia telah ber koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, untuk menambah 50 tabung oksigen, yang datang dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat pada Selasa (27/7).

Pewarta: Miko Elfisha
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Terima oksigen konsentrator, Menko PMK salurkan ke kalangan prioritas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar