Formula 1

Bos Mercedes pandang kritik Red Bull terhadap Hamilton tak adil

Bos Mercedes pandang kritik Red Bull terhadap Hamilton tak adil

Pebalap Mercedes Lewis Hamilton dan pebalap Red Bull Max Verstappen dalam balapan Formula 1 Grand Prix Inggris di Sirkuit Silverstone, Inggris, pada 18 Juli 2021. REUTERS/Peter Cziborra (REUTERS/PETER CZIBORRA)

Kami harap keputusan ini akan menandai akhir dari upaya bersama manajemen senior Red Bull Racing mencoreng nama baik dan integritas olahraga Lewis Hamilton
Jakarta (ANTARA) - Bos tim Mercedes Toto Wolff pada Jumat mengatakan kritik yang diutarakan Red Bull terhadap Lewis Hamilton menyusul tabrakan dengan Max Verstappen di Silverstone tidaklah adil dan telah melewati batas.

Kedua pebalap terlibat senggolan di lap pembuka Grand Prix Inggris di tikungan cepat Copse, mengirim Verstappen ke pagar pembatas dengan kecepatan tinggi yang menyudahi balapannya lebih dini.

Sang pebalap Belanda harus mengunjungi rumah sakit untuk cek medis meski akhirnya dinyatakan lolos dari cedera dan fit untuk GP Hungaria akhir pekan ini.

Baca juga: Verstappen komentari insiden kecelakaan dengan Hamilton di Silverstone

Hamilton diganjar penalti 10 detik karena insiden tersebut, namun sang pebalap Inggris mampu mengklaim kemenangan di kampung halamannya untuk kedelapan kali serta memangkas defisit 33 poin dari Verstappen menjadi delapan poin saja.

Red Bull merasa hukuman Hamilton itu terlalu ringan dan telah meminta steward melakukan peninjauan ulang meski akhirnya petisi itu ditolak oleh para pengawas balapan yang menyebutkan tim bermaskas di Milton Keynes itu tidak menyajikan bukti-bukti baru.

Mercedes merespon dengan mengeluarkan pernyataan yang menyindir, "...Kami harap keputusan ini akan menandai akhir dari upaya bersama manajemen senior Red Bull Racing mencoreng nama baik dan integritas olahraga Lewis Hamilton."

"Kami ingin mengembalikan sedikit rasa hormat ke pembahasan ini," kata Wolff jelang GP Hungaria seperti dikutip Reuters, Jumat.

Baca juga: Steward tolak petisi Red Bull untuk tinjau ulang insiden di GP Inggris

"Kami paham emosi bisa tinggi. Tapi kami berasa ini telah melewati batas."

Bos tim Red Bull Christian Horner setelah balapan di Silverstone mengkritik Hamilton melakukan langkah "putus asa" sedangkan penasehat tim berlogo banteng merah itu, Helmut Marko, ingin Hamilton disanksi satu balapan.

Verstappen juga menyebut selebrasi Hamilton di depan pendukungnya itu "tidak sopan".

Wolff mengatakan Red Bull telah mengelaborasi kritiknya itu di petisi yang diajukan kepada steward sebagai bagian permintaan mereka untuk peninjauan ulang.

Bahkan di surat yang diajukan Red Bull terdapat semacam tuduhan, namun tidak dipublikasikan.

Baca juga: Pendirian Hamilton tak berubah soal insiden Silverstone

"Kami merasa komentar yang dibuat selama dan setelah balapan, dan kemudian di pernyataan tertulis dan di pertemuan itu sendiri tidak adil," kata Wolff.

"Tapi ini bukan terserah saya, atau Lewis yang ingin menuntut permintaan maaf apapun," ia menambahkan.

Sementara itu Horner mengatakan kritik Red Bull terhadap Hamilton bukanlah bersifat pribadi atau mereka menuduh sang pebalap Inggris bertindak dengan sengaja.

"Jika pebalap lain yang melakukan itu reaksinya akan sama," kata Horner.

"Sejauh yang kami ketahui, babak ini telah ditutup."

Baca juga: Red Bull beberkan kerugian akibat kecelakaan Verstappen di Silverstone
Baca juga: Bos Mercedes bela Hamilton dalam tabrakan kontroversial di Silverstone
Baca juga: Bos Red Bull sebut Hamilton membahayakan nyawa Verstappen

Penerjemah: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar