Menperin: Industri pengolahan jadi penggerak utama ekonomi triwulan II

Menperin: Industri pengolahan jadi penggerak utama ekonomi triwulan II

Tangkapan layar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat menghadiri konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi secara virtual, Kamis (5/8/2021). ANTARA/Youtube PerekonomianRI/pri.

Industri di tengah keterbatasan karena pandemi masih menunjukkan sebagai prime mover dari perekonomian Indonesia. Industri menyumbang 1,35 persen dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2021
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa sektor industri pengolahan nonmigas masih menjadi motor penggerak roda perekonomian nasional pada triwulan II/2021 terlihat dari kontribusinya terhadap PDB nasional sebesar 17,34 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya.

"Data menunjukkan bahwa pada pertumbuhan triwulan II/2021 ini kontributor utama pertumbuhan adalah dari sektor industri pengolahan. Industri di tengah keterbatasan karena pandemi masih menunjukkan sebagai prime mover dari perekonomian Indonesia. Industri menyumbang 1,35 persen dari pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2021," kata Menperin Agus Gumiwang saat menghadiri konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi secara virtual, Kamis.

Menperin Agus memaparkan kinerja pembangunan sektor industri pada triwulan II/2021 memperlihatkan kenaikan yang cukup signifikan, tercatat sebesar 6,91 persen sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07 persen.

Industri yang tumbuh terbesar secara year on year (yoy) adalah Industri alat angkutan sebesar 45,70 persen, diikuti Industri logam dasar sebesar 18,03 persen, dan Industri mesin dan perlengkapan sebesar 16,35 persen.

"Bila dilihat dari pertumbuhan semester I 2020, industri tumbuh minus 1,9 persen dan semester II 2020 tumbuh minus 3,1 persen. Sedangkan pada semester I 2021 mampu tumbuh sebesar 2,98 persen," ujar Menperin.

Baca juga: BI: Kinerja industri pengolahan triwulan II-2021 meningkat

Adapun industri yang tumbuh terbesar di semester I/2021 adalah industri logam dasar sebesar 12,66 persen, diikuti Industri alat angkutan sebesar 10,84 persen, dan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sebesar 10,29 persen.

Sedangkan secara q to q industri pengolahan nonmigas mampu tumbuh sebesar 0,99 persen, yang diikuti oleh industri barang logam sebesar 4,27 persen, industri makanan dan minuman sebesar 2,37 persen, dan industri alat angkutan sebesar 2,18 persen.

Selain itu kontribusi ekspor sektor industri terhadap ekspor nasional pada Januari-Juni 2021 tercatat sebesar 78,80 persen atau senilai 81,06 miliar dolar AS, di mana total ekspor nasional 102,87 miliar dolar AS dan menghasilkan neraca surplus sebesar 8,22 miliar dolar AS.

Tiga industri yang memberikan nilai terbesar di antaranya industri makanan dan minuman sebesar 19,58 miliar dolar AS, industri logam dasar sebesar 13,78 miliar dolar AS, dan industri bahan kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar 9,28 miliar dolar AS.

Nilai investasi sektor industri pada Januari-Jun 2021 tercatat sebesar Rp167,1 triliun atau naik 28,94 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sedangkan nilai investasi terbesar diberikan oleh industri logam dasar sebesar Rp56,4 triliun, industri makanan dan minuman sebesar Rp35,8 triliun, serta industri kima, farmasi dan obat tradisional sebesar Rp16 triliun.

Baca juga: Ekonomi naik 7,07 persen, Sri Mulyani: Strategi pemulihan sudah benar

Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar