ACT-MRI salurkan bantuan pangan warga terdampak PPKM di Madiun

ACT-MRI salurkan bantuan pangan warga terdampak PPKM di Madiun

ACT Madiun dan MRI Madiun menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak PPKM melalui kegiatan Operasi Pangan Gratis di wilayah Madiun dan sekitarnya, Selasa (10/8/2021). (FOTO ANTARA/HO-ACT Madiun)

Bantuan juga berikan kepada pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Bantuan pangan tersebut diharapkan bisa bermanfaat
Madiun, Jatim (ANTARA) - Organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Cabang Madiun, Jawa Timur menyalurkan bantuan pangan bagi warga terdampak PPKM melalui kegiatan Operasi Pangan Gratis di wilayah Madiun dan sekitarnya.

Humas ACT Madiun Celiana di Madiun, Selasa mengatakan Operasi Pangan Gratis dilakukan untuk menyikapi pandemi COVID-19 dan PPKM yang terus diperpanjang. Bantuan tersebut diberikan kepada para pekerja harian dan pedagang kecil yang penghasilannya menurun drastis seiring pemberlakukan PPKM tersebut.

"Bantuan juga berikan kepada pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Bantuan pangan tersebut diharapkan bisa bermanfaat," katanya.

Menurut dia program Operasi Pangan Gratis tersebut dilaksanakan setiap hari oleh tim MRI–ACT Madiun. Sejauh ini sudah ada sekitar 60 paket bantuan yang disalurkan ke penerima.

Adapun, bantuan yang diberikan berupa bahan pangan seperti beras, minyak goreng, mi instan, dan lain sebagainya.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan pangan, bisa melapor ke ACT-MRI Madiun untuk ditindaklanjuti melalui program "Lapor Min!".

Dalam program "Lapor Min!", masyarakat bisa menyampaikan kepada kami jika menemukan kondisi saudara atau tetangga yang butuh bantuan pangan.

"Silakan telepon kami di nomor (0351) 4770901. Masyarakat juga bisa konsultasi kesehatan gratis dan terhubung dengan dokter kami di Pusat Menara 165 Jakarta di nomor 021-2940-7165," tambah Celiana.

Salah satu warga penerima paket bantuan, Broto mengaku senang degan bantuan pangan yang diberikan ACT-MRI Madiun. Pria yang bekerja sebagai badut di jalanan tersebut mengatakan tidak dapat berdagang lagi karena tidak memiliki modal seiring sepinya penjualan.

"Terpaksa menjadi badut di jalanan untuk mendapatkan penghasilan. Mau jualan juga sulit, karena tidak ada modal dan penjulan sepi," katanya.

Ia berharap pandemi segera berakhir sehingga perekonomian dapat normal kembali sehingga bisa beraktivitas seperti semula, demikian Broto.

Baca juga: ACT-MRI kirim bantuan pakan untuk satwa koleksi Taman Umbul Madiun

Baca juga: Cegah COVID-19, masjid di Madiun disemprot disinfektan oleh ACT

Baca juga: ACT Madiun salurkan bantuan untuk keluarga prajurit KRI Nanggala-402

Baca juga: ACT Madiun luncurkan Gerakan Nasional Lumbung Sedekah Pangan

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ambulans Motor, solusi pertolongan pertama pasien COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar