Kalbar targetkan 70.000 ibu hamil mendapatkan vaksinasi COVID-19

Kalbar targetkan 70.000 ibu hamil mendapatkan vaksinasi COVID-19

Gubernur Kalbar memantau pelaksanaan vaksinasi bagi ibu hamil yang di laksanakan oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Kalbar di Pontianak, Kamis. (Rendra Oxtora)

Pontianak (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji akan mempercepat capaian vaksinasi bagi 70.000 lebih ibu hamil yang ada di provinsi itu untuk mendapatkan vaksinasi COVID-19, karena wanita hamil rentan terserang virus tersebut.

"Untuk jumlah ibu hamil di Kalbar yang menjadi sasaran sebanyak 70.000 lebih. Kita akan mengutamakan vaksinasi COVID-19 bagi yang usia kehamilannya di atas 3 bulan dan sebelum 8 bulan," kata Sutarmidji saat menghadiri kegiatan pencanangan vaksinasi COVID-19 ibu hamil Indonesia yang di laksanakan oleh Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia Kalbar di Pontianak, Kamis.

Baca juga: Dinkes: Vaksinasi ibu hamil dilaksanakan di Puskesmas - RSUD

Gubernur mengatakan COVID-19 ini menyerang paru-paru dan paru-paru ini menjadi organ tubuh yang sangat penting dalam pernafasan. Sementara wanita hamil memerlukan nafas yang lancar dan kuat, baik pada saat akan maupun saat proses persalinan.

"Jadi, vaksinasi COVID-19 bagi ibu hamil ini menjadi penting untuk mengurangi risiko yang tidak kita inginkan," tuturnya.

Sutarmidji menambahkan berdasarkan angka peningkatan kasus COVID-19, saat ini cukup engkhawatirkan. Berdasarkan data klaim biaya COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah kasus ibu hamil terkonfirmasi COVID-19 mencapai 35.099,  sedangkan bayi baru lahir usia 0-12 bulan yang terkena COVID-19 sebanyak 24.591.

"Menyikapi fakta tersebut, pemerintah akan mempercepat program vaksinasi ibu hamil, balita, dan anak-anak sebagai upaya untuk mencegah penularan sekaligus menekan laju peningkatan kasus terkonfirmasi dan meninggal akibat COVID-19," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengatakan vaksinasi untuk ibu hamil merupakan kelompok masyarakat yang berisiko tinggi terpapar COVID-19.

Baca juga: Satgas: Vaksin COVID-19 dapat diberikan ke ibu hamil dan menyusui

Baca juga: Menteri PPPA: Ibu hamil dan ibu menyusui jangan ragu jalani vaksinasi


"Angka terpaparnya cukup tinggi untuk di Indonesia, sekitar 36 persen. Untuk itu pemerintah mendorong agar ibu hamil secepat mungkin untuk di vaksinasi, termasuk untuk ibu nifas dan ibu menyusui," kata Harisson.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar Dinkes dan Satgas COVID-19 di daerah bisa mempercepat vaksinasi untuk ibu hamil. "Silahkan gerakkan Puskesmas dan bekerja sama dengan pihak lainnya, untuk mempercepat capaian vaksinasi ini," tuturnya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komisi IX DPR RI temukan penghambat suplai vaksin di Jabar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar