Kemenko Marves dorong Krakatau International Port pasang panel surya

Kemenko Marves dorong Krakatau International Port pasang panel surya

Krakatau International Port (KIP) milik PT Krakatau Bandar Samudera dengan fasilitas 17 dermaga, infrastruktur bongkar muat terintegrasi, teknologi smartport system hingga Integrated Warehouse (IWH) Terbesar Se-Asia Tenggara (ASEAN). ANTARA/HO-PT KBS.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mendorong Krakatau International Port (KIP) untuk bisa memasang panel surya (solar PV) guna mendukung implementasi energi baru terbarukan dan bersih untuk pelabuhan-pelabuhan strategis di Indonesia sehingga menjadi green port.

Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Marves Basilio Dias Araujo dalam kunjungannya ke Krakatau International Port (KIP), Jumat, mengatakan penerapan energi bersih melalui pemanfaatan infrastruktur panel surya untuk memenuhi kebutuhan listrik di pelabuhan akan menjadikan KIP sebagai green port.

"Indonesia telah menetapkan target 23 persen energi terbarukan dalam bauran energi pada tahun 2025. Kebijakan ini, dikombinasikan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 29 persen pada tahun 2030, merupakan jalan yang jelas menuju sistem energi yang lebih bersih," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Upaya KIP dengan pemasangan solar PV ini, lanjut Deputi Basilio, juga sejalan dengan program pertama pengembangan EBT pada rencana jangka panjang Indonesia, yaitu sebesar 5 GW yang telah direncanakan pada RUPTL, dan program yang kedua Green Booster PLN sebesar 3,5 GW.

Program Green Booster di dalamnya terdapat inovasi pengembangan EBT termasuk program cofiring dan pengembangan solar PV.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengimplementasikan energi bersih. Utamanya karena bahan baku EBT di Indonesia melimpah, khususnya sinar matahari. Ditambah, ekspor barang dengan emisi tinggi sudah mulai dibatasi sehingga akan memberi kesempatan pengembangan energi bersih.

"Ke depannya, dengan ketersediaan listrik tenaga surya yang murah dan efisien, Krakatau International Port (KIP) dapat memberikan pelayanan terbaik kepada ribuan kapal baik ukuran besar dan kargo internasional yang melintas di sepanjang Selat Sunda," pungkas Deputi Basilio.

Berdasarkan data tahun 2020, jumlah kapal yang melintas di sepanjang Selat Sunda sebanyak 53.068 kapal, dengan rincian 150 kapal melintas per harinya.
Baca juga: Kemenko Marves ingin Sabang jadi "green port" dengan pakai panel surya
Baca juga: PT KCN gandeng IPB dalam penerapan "green port" di Pelabuhan Marunda

 

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Luhut: Ada platform pantau 5 destinasi pariwisata superprioritas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar