Disbud DKI diminta DPRD genjot aspek kebudayaan

Disbud DKI diminta DPRD genjot aspek kebudayaan

Pedagang membuat dodol makanan khas Betawi, di Kawasan Wisata Setu Babakan, Jakarta, Sabtu (8/8/2020). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hp.

Konsep menarik wisatawan harus diperbaiki
Jakarta (ANTARA) - DPRD meminta Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta untuk menggenjot berbagai aspek kebudayaan Jakarta agar kunjungan wisatawan ke Ibu Kota meningkat.

"Konsep menarik wisatawan harus diperbaiki, misalnya kalau ada masyarakat luar datang ke Jakarta harusnya pertama kali dijamu dengan nuansa dan kuliner Betawi sehingga begitu mau pulang, pasti yang dicari cenderamata khas Betawi. Ini kan bisa jadi pendongkrak pendapatan,” ujar Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Achmad Nawawi di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan, aspek kebudayaan selama ini belum optimal dan itu terlihat dari pendapatan Dinas Kebudayaan dalam laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD (P2ABPD) tahun anggaran 2020, hanya ada Rp1,8 miliar atau 66,22 persen dari target Rp2,8 miliar.

Ia juga menyarankan agar Dinas Kebudayaan menggandeng dinas lainnya untuk mengoptimalkan sejumlah tempat wisata dengan potensi besar menarik wisatawan, salah satunya yakni Setu Babakan.

"Setu Babakan jalannya sangat kecil, tidak akan laku ditawarkan ke biro perjalanan wisata  (travel)  kalau tidak dibenahi. Perlu diadakan kerja sama dengan dinas lain, misalnya mengoptimalkan UMKM dari penduduk sekitar yang pastinya harus sudah dilatih dan terorganisir," ucapnya.

Baca juga: DKI luncurkan situs mikro museum untuk perkuat informasi permuseuman

Adapun anggota Komisi E lainnya, Hariadi Anwar menyarankan agar Dinas Kebudayaan bekerjasama dengan beberapa perusahaan penerbangan dan tempat penginapan untuk mempromosikan destinasi khas Jakarta.

"Kalau berkolaborasi, tempat wisata kita bisa terpampang di buku destinasi yang ada di pesawat-pesawat. Kolaborasi juga dengan travel dan hotel untuk menarik wisatawan," ucapnya.

Triwulan empat
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengakui rendahnya realisasi PAD pada 2020 karena banyaknya museum yang tutup.

Namun ia optimistis di triwulan empat tahun 2021 akan maksimal dalam mencapai target pendapatan karena secara bertahap tempat wisata sudah mulai dibuka kembali.

Baca juga: Dinas Kebudayaan DKI bangun sentra kuliner Betawi di PGC

“Memang agak sulit buat kami di tahun 2020 untuk mencapai target, khususnya dalam mencapai retribusi daerah yang umumnya diperoleh dari museum," katanya.

Ia menyebut, pada 2020 harusnya bisa mencapai Rp2,8 miliar hanya terealisasi Rp1,8 miliar.

"Tapi pada 2021, kita yakin bisa lebih baik, kita akan optimalkan di akhir triwulan empat ini," tuturnya.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Agar penyaluran bansos di Kota Malang tepat sasaran

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar