Dua warga Jepang meninggal usai terima dosis Moderna yang ditangguhkan

Dua warga Jepang meninggal usai terima dosis Moderna yang ditangguhkan

Seorang pensiunan menerima vaksin anti penyakit virus corona (COVID-19) Moderna di pusat vaksinasi massal yang baru dibuka di Tokyo, Jepang, Senin (24/5/2021). ANTARA/Carl Court/Pool via REUTERS/hp/cfo.

Tokyo (ANTARA) - Dua orang meninggal usai menerima suntikan vaksin COVID-19 dari kelompok dosis Moderna yang ditemukan terkontaminasi dan kemudian ditangguhkan, demikian diungkapkan Kementerian Kesehatan Jepang pada Sabtu.
 
Menurut rilis kementerian, kedua orang itu -- sama-sama berusia 30-an tahun-- meninggal pada Agustus ini, beberapa hari setelah menerima dosis kedua vaksin Moderna.

Mereka masing-masing mendapat satu dosis di antara tiga kelompok dosis yang ditangguhkan pada Kamis (26/8).

Penyebab kematian masih dalam penyelidikan. 

Baca juga: Moderna tahan 1,63 juta dosis vaksin di Jepang karena kontaminasi

Jepang menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis vaksin Moderna lebih dari sepekan setelah distributor lokal Takeda Pharmaceutical mendapat laporan bahwa sejumlah ampul mengalami kontaminasi.

Pemerintah dan pihak Moderna mengeklaim bahwa tidak ada masalah keamanan atau efikasi yang teridentifikasi dan penangguhan tersebut hanyalah merupakan langkah antisipasi.

Unsur kontaminasi diyakini berupa partikel logam, menurut stasiun penyiaran Jepang NHK yang mengutip sumber kementerian terkait.

Sumber: Reuters

Baca juga: Kontaminan dalam vaksin Moderna di Jepang diduga partikel logam

Baca juga: Cek Fakta: WHO sebut setiap 377 dari 100 ribu orang meninggal setelah divaksin?

 

3,5 juta vaksin Moderna gratis tiba di Indonesia

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar