Bogor (ANTARA News) - Menteri Kordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, Minggu di Bogor mengemukakan, sejumlah perusahaan besar kelapa sawit di Kalimantan dilaporkan mengalami kekurangan tenaga kerja.

"Saya mendapatkan keluhan dari sejumlah perusahaan kelapa sawit di Kalimantan mengenai kesulitan mencari tenaga kerja," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Hatta Rajasa menjadi nar sumber dalam diskusi panel dengan judul "Membangun Peradaban Indonesia Madani melalui Pembangunan Ekonomi Berkeadilan" yang digagas Panitia Muktamar V Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di IICC Kota Bogor.

Selain Hatta Rajasa diskusi panel tentang ekonomi juga menghadirkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Ginandjar Kartasasmita.

Diskusi panel perekonomian digelar paralel dengan diskusi tentang pendidikan berbasis akhlak mulia dengan menghadirkan pembicara Menteri Pendidikan Nasional M Nuh dan Jimly Assidiqie.

Lebih lanjut Hatta Rajasa mengungkapkan, laporan yang ia terima dari perusahaan kelapa sawit di Kalimantan tentang sulitnnya mencari tenaga kerja menjadi sebuah ironi atau paradoks, karena pada saat bersamaan tenaga kerja yang mencari nafkah di negeri asing justru bergelombang.

"Saya merasa heran kenapa banyak saudara kita yang mencari pekerjaan di luar negeri seperti di Malaysia untuk menjadi buruh kelapa sawit, sementara perusahaan kelapa sawit nasional justru kekurangan tenaga kerja," kata Hatta Rajasa dengan nada bertanya.

Menurut Hatta, dirinya pernah menanyakan secara langsung kepada perusahaan sawit di Kalimantan yang mengalami kekurangan tenaga kerja mengenai standar upah. Upah yang diberikan sama dengan yang diberikan perusahaan di Malaysia.

Dia mengungkapkan, fenomena paradoks atau ironi tersebut perlu dikaji mendalam. "Fenomena ini butuh kajian mendalam. Apakah bekerja di luar negeri hanya memenuhi tuntutan mencari nafkah atau untuk mengejar prestise," demikian Hatta Rajasa. (ANT-053/K004)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010