Paralimpiade Tokyo 2020

Leani/Khalimatul kemas kemenangan pertama penyisihan grup Paralimpiade

Leani/Khalimatul kemas kemenangan pertama penyisihan grup Paralimpiade

Atlet para bulu tangkis Indonesia Leani Ratri Oktila (paralympic.org)

Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah mengemas kemenangan pertama dalam pertandingan fase penyisihan Grup A cabang para-badminton SL3-SU5 Paralimpiade Tokyo 2020 di Yoyogi National Stadium, Tokyo, Kamis.

Leani/Khalimatus hanya perlu 23 menit untuk mengalahkan pasangan Thailand Nipada Saensupa/Chanida Srinavakul dengan skor 21-9, 21-13, demikian catatan resmi kompetisi.

Datang dengan status unggulan teratas, Leani/Khalimatus menyuguhkan permainan yang cukup mendominasi pada gim pertama. Pasangan nomor satu dunia itu bahkan mampu mencetak poin hingga enam kali beruntun ketika pasangan Thailand hanya sanggup mencatatkan satu per satu angka dalam beberapa kesempatan.

Memasuki gim kedua, penampilan Saensupa/ Srinavakul makin mengendur dan tak sanggup menghalau serangan lawan sehingga membuat Leani/Khalimatus semakin mudah untuk mengumpulkan poin bahkan mampu unggul 11-4 saat interval.

Baca juga: Hary/Leani kantongi kemenangan pertama Grup A Paralimpiade Tokyo

Saenrupa/Srinavakul yang merupakan pasangan nomor empat dunia itu sempat bangkit memberi perlawanan untuk mengejar ketertinggalan dan mengubah kedudukan menjadi 15-10.

Namun poin yang diciptakan itu tak cukup untuk membalikkan keadaan, dan mereka hanya mampu mencetak tiga angka tambahan sebelum Leani/Khalimatus menutup gim kedua dengan keunggulan 21-13 sekaligus memastikan kemenangan awal mereka di penyisihan grup.

Leani/Khalimatus akan meneruskan perjuangannya di fase penyisihan Grup A dengan melawan wakil tuan rumah Noriko Ito/Ayako Suzuki pada Jumat (3/9).

Baca juga: Profil atlet Paralimpiade: Awal enggan, Fredy kini cintai bulu tangkis


Baca juga: Leani Ratri Oktila hadir sebagai bintang baru di Paralimpiade Tokyo


 

 

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Teguh Handoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Penantian 19 tahun, Indonesia juara Thomas Cup 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar