Kominfo tanggapi sertifikat vaksin Presiden Jokowi diduga bocor

Kominfo tanggapi sertifikat vaksin Presiden Jokowi diduga bocor

Ilustrasi - Seorang tenaga kesehatan menunjukan E-Sertifikat usai divaksin COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, Senin (18/1/2021). S ANTARA FOTO/Olha Mulalinda/aww/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sertifikat vaksin milik Presiden Joko Widodo diduga bocor dan beredar di dunia maya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan data di aplikasi PeduliLindungi aman.

"Integrasi eHac ke aplikasi PeduliLindungi dan migrasi aplikasi PeduliLindungi, PCare dan Silacak ke data center Kominfo baru saja dilakukan dan saat ini data PeduliLindungi di data center Kominfo aman," kata Johnny kepada ANTARA, Jumat.

Kominfo menyatakan penjelasan lebih lanjut mengenai sertifikat milik presiden yang beredar di dunia maya merupakan wewenang Kementerian Kesehatan selaku wali data COVID-19.

ANTARA sudah menghubungi perwakilan Kementerian Kesehatan, namun, belum mendapatkan penjelasan.

Sertifikat milik diduga Presiden Joko Widodo beredar di platform Twitter berisi nama lengkap, nomor induk kependudukan, tanggal vaksinasi serta nomor batch vaksin.

Pantauan ANTARA per siang ini, terdapat pembaruan untuk aplikasi PeduliLindungi untuk sistem operasi Android.

Aplikasi tersebut memuat sertifikat vaksinasi COVID-19 milik pengguna dan sejauh ini tidak ada fitur untuk melihat sertifikat vaksin milik pengguna lain.

Sementara di situs resmi PeduliLindungi.id, pengguna bisa memasukkan nama lengkap dan NIK untuk mengecek status vaksinasi.

Baca juga: Solusi jika sertifikat vaksin tidak muncul di PeduliLindungi

Baca juga: Tips aman gunakan sertifikat vaksin

Baca juga: Aplikasi Wasit Vaksin tampung keluhan sertifikat vaksin di Surabaya

Pewarta: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ombudsman sarankan sentra vaksinasi di lokasi pelayanan publik

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar