Saham Asia hentikan kerugian, perhatian pada "tapering" bank sentral

Saham Asia hentikan kerugian, perhatian pada "tapering" bank sentral

a

Sentimen risiko berbalik arah sepanjang sesi semalam, awalnya bereaksi positif terhadap pertemuan ECB dan bukti kekuatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja AS...
Hong Kong (ANTARA) - Saham-saham Asia menguat pada perdagangan Jumat pagi, setelah mencatat kerugian dua hari tetapi masih dalam suasana gugup karena investor global bergulat dengan cara terbaik buat menafsirkan langkah hati-hati bank sentral mengakhiri stimulus, yang juga membuat pasar mata uang lesu.

Indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang, naik 0,47 persen di awal perdagangan, tetapi masih turun sekitar 0,8 persen dibandingkan penutupan minggu lalu, sejalan dengan tren global.

Indeks acuan Nikkei Jepang terangkat 0,25 persen, dan indeks berjangka saham AS, e-mini S&P 500 datar.

Baca juga: Saham Asia jatuh tertekan kekhawatiran pertumbuhan dan "tapering"

Saham Australia naik 0,4 persen karena saham pertambangan menguat setelah harga aluminium mencapai tertinggi multi-tahun, dan saham-saham unggulan atau blue chips China juga naik 0,5 persen.

Tetapi kenaikan dipimpin oleh Hong Kong dengan indeks acuan lokal rebound 1,5 persen setelah jatuh lebih dari 2,0 persen sehari sebelumnya ketika saham teknologi China kembali terpukul setelah pihak berwenang memanggil perusahaan-perusahaan gaming untuk untuk memastikan mereka menerapkan aturan baru bagi sektor ini. Tetapi para pedagang masih berhati-hati untuk membeli saat turun terlalu banyak.

“Pada suatu saat investor akan mengatakan sebenarnya ini adalah harga yang tepat, itu tidak akan menjadi nol,” kata John Lau, kepala ekuitas Asia dan manajer portofolio senior di SEI, merujuk pada saham-saham teknologi ternama China.

"Saya pikir sebagian besar investor akan menunggu sampai debu mereda dan melihat apakah ada kejelasan yang cukup sebelum mereka dapat bertindak, pada saat ini sangat sulit."

Baca juga: IHSG terkoreksi ikuti penurunan indeks utama Wall Street

Keuntungan di pasar Asia mengikuti Kamis (9/9/2021) yang goyah ketika pasar telah berjuang untuk mendapatkan arah yang jelas.

Reaksi terhadap Bank Sentral Eropa (ECB) yang mengatakan selama kuartal mendatang akan memperlambat pembelian obligasi darurat yang diterapkan selama pandemi COVID-19 dibatasi oleh ECB yang menahan diri untuk merinci bagaimana rencananya untuk mengakhiri Program Pembelian Darurat Pandemi 1,85 triliun euro.

“Sentimen risiko berbalik arah sepanjang sesi semalam, awalnya bereaksi positif terhadap pertemuan ECB dan bukti kekuatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja AS. Namun, ekuitas AS berakhir di zona merah, kemungkinan mencerminkan kekhawatiran tentang waktu tapering bank sentral dan amukan varian Delta yang sedang berlangsung,” kata analis di ANZ.

Baca juga: Saham Australia terangkat pertambangan, harga aluminium melonjak

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,43 persen, S&P 500 kehilangan 0,46 persen, dan Komposit Nasdaq turun 0,25 persen.

Investor biasanya menafsirkan angka pekerjaan yang lebih baik sebagai tanda Federal Reserve cenderung menunda pemangkasan pembelian aset besar-besaran, yang telah mendukung harga saham dalam beberapa bulan terakhir.

Selain itu, Gubernur Bank Federal Reserve Michelle Bowman menambahkan suaranya kepada semakin banyak pembuat kebijakan yang mengatakan laporan pekerjaan Agustus yang lemah kemungkinan tidak akan membatalkan rencana bank sentral untuk memangkas 120 miliar dolar AS dalam pembelian obligasi bulanan akhir tahun ini.

Di pasar mata uang, euro datar di jam Asia di 1,1820 dolar AS, setelah pengumuman ECB membantu membendung kerugian beberapa hari, ketika jatuh dari level tertinggi bulan ini pada akhir pekan lalu.

Dolar juga sedikit berubah terhadap sekeranjang mata uang lainnya, tetapi di jalur untuk kenaikan mingguan hampir 0,5 persen.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik tipis menjadi 1,307 persen dibandingkan dengan penutupan di AS sebesar 1,3 persen.

Minyak mentah AS turun 0,1 persen menjadi 68 dolar AS per barel. Minyak mentah Brent turun 0,15 persen menjadi 71,34 dolar AS per barel.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ada stimulus bagi investor untuk gairahkan pasar modal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar