Wall Street menguat ditopang lonjakan harga minyak dan data ekonomi

Wall Street menguat ditopang lonjakan harga minyak dan data ekonomi

Wall Street. ANTARA/Reuters/pri.

New York (ANTARA) - Wall Street berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena kenaikan harga minyak mentah mendorong saham-saham energi serta sejumlah data positif AS menunjukkan inflasi telah mencapai puncaknya dan pemulihan ekonomi tetap kuat, meningkatkan sentimen investor.

Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 236,82 poin atau 0,68 persen, menjadi menetap di 34.814,39 poin. Indeks S&P 500 terdongkrak 37,65 poin atau 0,85 persen, menjadi ditutup pada 4.480,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir melonjak 123,77 poin atau 0,82 persen, menjadi 15.161,53 poin.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor energi melonjak 3,81 persen, memimpin keuntungan. Sementara itu, sektor utilitas tergelincir 0,15 persen, menjadikannya kelompok dengan kinerja terburuk.

Baca juga: Indeks S&P dan Dow Jones dibuka naik, terkerek harga minyak

Ketiga indeks saham utama AS mengumpulkan kekuatan seiring berjalannya sesi, dengan saham-saham siklikal yang sensitif secara ekonomi, saham-saham berkapitalisasi kecil dan saham-saham transportasi memimpin kenaikan.

Sementara saham-saham yang harganya di bawah nilai intrinsiknya atau value stocks yang pada awalnya menahan keuntungan, sentimen pengambilan risiko memperoleh momentum sepanjang sore, meluas termasuk ke saham-saham pertumbuhan.

“Hari ini adalah pertama kalinya dalam beberapa waktu saham-saham pertumbuhan dan value stocks berjalan cukup baik. Sudah baik atau selama beberapa minggu terakhir dan hari ini keduanya,” kata Chuck Carlson, kepala eksekutif Horizon Investment Services di Hammond, Indiana. "Itu adalah sesuatu yang ingin dilihat oleh investor.”

Sejumlah data ekonomi menunjukkan indikasi memudarnya inflasi dan kembalinya ekonomi normal, bahkan ketika kendala pasokan, diperumit oleh badai Ida, menghambat produksi pabrik.

Harga impor mencatat penurunan bulanan pertama sejak Oktober 2020, sebagai tanda terbaru bahwa gelombang lonjakan harga telah memuncak, lebih lanjut mendukung posisi Federal Reserve bahwa tekanan inflasi saat ini bersifat sementara.

Baca juga: Wall Street bervariasi, Indeks S&P 500 setop kerugian beruntun 5 hari

Minggu depan, pertemuan kebijakan moneter dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan diuraikan secara cermat untuk sinyal kapan bank sentral akan mulai mengurangi pembelian asetnya.

Saham China yang tercatat di AS memperpanjang penurunan baru-baru ini, karena data penjualan ritel yang lemah menunjukkan kemungkinan perlambatan ekonomi di negara itu, sementara perombakan peraturan Beijing terhadap industri kasino Makau semakin mengurangi selera terhadap saham China.

Ini mengikuti serangkaian langkah regulasi oleh China terhadap perusahaan teknologi besar, yang telah menghapus miliaran nilai pasar tahun ini.

"Akan sulit untuk membeli saham China," kata Carlson. “Dari sudut pandang investor, Anda tidak tahu sektor apa selanjutnya.”

“Saya tidak berpikir situasinya akan menjadi lebih baik dalam waktu dekat dan mungkin akan menyebar,” tambahnya.

Operator kasino yang berbasis di AS Las Vegas Sands Corp, Wynn Resorts Ltd dan MGM Resorts International turun antara 1,7 persen dan 6,3 persen.

Apple Inc menghentikan penurunan selama sesi baru-baru ini menyusul putusan pengadilan yang merugikan pada praktik bisnisnya, dan tanggapan hangat terhadap acaranya pada Selasa (14/9/2021) di mana ia meluncurkan pembaruan untuk iPhone dan gadget lainnya. Sahamnya naik 0,6 persen.

Platform pinjaman GreenSky Inc melambung 53,2 persen setelah Goldman Sachs Group Inc mengatakan akan membeli perusahaan itu dalam kesepakatan semua saham senilai 2,24 miliar dolar AS.
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPBB menilai harga BBM terlalu mahal

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar