Yogyakarta (ANTARA News) - Ketua Dewan Pertimbangan Nasional Demokrat Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan pembentukan pengurus organisasi masyarakat itu di Daerah Istimewa Yogyakarta menunggu perkembangan pembahasan draf Rancangan Undang-undang Keistimewaan provinsi ini.

"Saya akan menyesuaikan terbentuknya susunan pengurus Nasional Demokrat (Nasdem) di kabupaten, kota, dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di DPR," katanya di sela sosialisasi Nasdem di DIY, di Jogja Expo Center (JEC), Selasa.

Menurut dia, hal itu dilakukan karena jangan sampai nanti dirinya membentuk kepengurusan Nasdem di DIY yang merupakan organisasi masyarakat, kemudian dianggap mau memasuki bidang politik, sehingga menimbulkan pro dan kontra yang dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap pembahasan RUUK DIY.

"Apalagi, saat ini masyarakat Yogyakarta telah berkomitmen untuk suksesnya aspirasi mereka dalam menyelesaikan RUUK DIY. Masyarakat Yogyakarta jangan sampai terpecah oleh aspek luar untuk membuyarkan konsolidasi," kata Sultan yang juga gubernur DIY ini.

Namun demikian, menurut dia, tidak ada jeleknya Nasdem terus melakukan sosialisasi untuk menyatukan langkah dalam berproses. "Saya berharap kepengurusan Nasdem di kabupaten, kota, dan provinsi DIY bisa sekaligus diselesaikan," katanya.

Sosialisasi Nasdem diikuti sekitar 400 peserta dari lima kabupaten dan kota di DIY, yakni Kabupaten Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain Sekretaris Jenderal Nasdem Syamsul Muarif, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Ferry Mursyidan Baldan, Wakil Sekjen Perempuan, Pemuda, Mahasiswa Melkiades Laka Lena, Wakil Sekjen Organisasi dan Keanggotaan Samuel Nitisaputra.

Selain itu, juga hadir Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto dan Wakil Bupati Gunung Kidul Ny Badingah.(*)

B015/M008

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010