Moskow (ANTARA News) - Satu orang tewas pada Sabtu, dan sedikit-dikitnya 12 orang lain dirawat di rumah sakit, ketika satu pesawat terbakar sebelum lepas landas di bandar udara di Rusia utara jauh, kata beberapa pejabat.

Pesawat Tupolev yang membawa 116 penumpang dan delapan anggota awak di dalamnya sebelumnya dijadwalkan terbang dari kota Surgut di wilayah Urals, Rusia utara jauh, menuju Moskow.

Menurut laporan, pesawat tersebut terbakar habis dalam kecelakaan itu, peristiwa mematikan paling akhir yang melanda industri penerbangan Rusia.

Pesawat tersebut telah mulai terbakar saat memasuki landasan pacu di Surgut sebelum lepas-landas, kata komisi penyelidik di dalam satu pernyataan.

"Dinas darurat tak bisa memadamkan api dan terjadi ledakan. Penumpang dan anggota awak diungsikan sebelum ledakan," katanya.

Namun, pernyataan itu mengemukakan, satu mayat telah ditemukan dengan tanda-tanda luka bakar parah.

Kantor berita Rusia menyatakan perusahaan penerbangan tersebut sebagai perusahaan penerbangan regional Kogalymavia, yang juga dikenal dengan nama Kolavia.

Citra pertama dari lokasi kejadian memperlihatkan puing pesawat berada di landasan pacu dengan asap putih tebal membumbung dari satu mesinnya.

Jurubicara bagi cabang regional Kementerian Darurat Vadim Rebennikov mengkonfirmasi korban jiwa satu tapi juga mengatakan 10 orang telah dirawat di rumah sakit karena cedera dan luka bakar, demikian laporan kantor berita ITAR-TASS.

Menurut laporan sebelumnya, tiga orang hilang dan tak jelas apakah mereka telah ditemukan.

Laporan awal menyatakan satu mesin pesawat terbakar di udara dan pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat tapi selanjutnya para pejabat mengatakan kecelakaan tersebut telah terjadi sebelum pesawat lepas-landas dari landasan pacu.

"Ada asap hitam tebal dan orang-orang berlarian dengan panik. Mereka saling menginjak kepala masing-masing," kata Sergei Grigoriyev, penyanyi grup musik rock terkenal Rusia Na-Na yang berada di pesawat itu.

komite penyelidik mengatakan penyelidikan resmi telah dilakukan mengenai kemungkinan pelanggaran peraturan keamanan angkutan udara.

Menteri Perhubungan Igor Levitin mengatakan, tidak jelas apa penyebab kecelakaan tersebut, dan menyatakan tak ada versi awal mengenai kejadian itu.
(Uu.C003/Z002/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2011