Bogor (ANTARA News) - Selama satu tahun terakhir, angkutan kota yang beroperasi sehari-hari di Kota Bogor berkurang sekitar 993 unit, setelah diberlakukan sistem sift oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika setempat.

Wali Kota Bogor Diani Budiarto, dalam rapat akhir tahun yang disiarkan oleh Humas Pemerintah Kota Bogor, Senin, mengatakan, selain karena diberlakukan sistem shift angkot, pengurangan juga karena pencabutan izin angkot serta pengahapusan bemo.

Wali Kota menjelaskan, sistem shift yang diberlakukan di wilayah Barat dan Timur Kota Bogor telah menurunkan jumlah angkot yang beraktivitas hingga 657 unit, sedangkan angkot yang izinnya dicabut 96 unit, dan bemo yang dihentikan pengoperasiannya 240 unit.

Menurut Wali Kota, dengan berkurangnya jumlah angkot yang beroperasi, maka kendala yang masih harus ditangani dalam mengatasi masalah transportasi adalah kendaraan pribadi yang jumlahnya cenderung meningkat.

"Terlebih pada akhir pekan, jumlah kendaraan pribadi yang memadati jalan-jalan Kota Bogor terus bertambah," kata Wali Kota.

Rapat akhir tahun yang dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas, Badan, dan Kantor di lingkungan Pemerintah Kota Bogor serta stakeholder lainnya yang berlangsung pada Jumat lalu, membahas segala perkembangan kota Bogor.

Dalam rapat tersebut juga dibahas tingkat kunjungan wisatawan ke Kota Bogor selama 2010 yang cenderung meningkat yang menambah tingkat kepadatan arus lalu lintas.

Kepala Dishubkominfo Kota Bogor Achmad Syarief mengatakan, pada 2010 tercatat 1,6 juta wisatawan lokal maupun mancanegara telah berkunjung ke Kota Bogor, atau meningkat 14% dari jumlah wisatawan 2009.

"Tak heran jika lalu lintas di jalan-jalan Kota Bogor tetap padat, walaupun jumlah angkot yang beroperasi mulai berkurang," katanya.

Selanjutnya, kata Kadishub, kepadatan arus juga disebabkan jumlah sepeda motor yang terus bertambah. Jumlah sepeda motor di Kota Bogor meningkat rata-rata 100 unit per hari.

"Berdasarkan jumlah STNK yang dibuat, rata-rata perhari jumlah kendaraan roda dua di Bogor sebanyak 100 unit perhari," katanya.

Syarif menyebutkan, untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas Kota Bogor, selain menata lalu lintas, untuk mengatasi permasalahan transportasi, selama 2010 Pemerintah Kota Bogor telah meningkatkan kualitas beberapa ruas jalan dengan membeton seperti Jalan Ashogiri Tanah Baru, Jalan Lawang Saketeng.

"Sebagian Jalan Kapten Yusuf Ciapus, dan Jalan Nyi Raja Permas, juga telah dilakukan pemeliharaan dan perbaikan seperti di ruas Jalan Rancamaya-Cinangka Dekeng. dan juga telah ditata beberapa persimpangan jalan seperti di simpang Pomad,dan simpang Kebon Pedes-Sholeh Iskandar," kata Syarif.

(KR-LR/S026)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011