Menag ajak santri miliki komitmen bela Tanah Air di sepanjang hidupnya

Menag ajak santri miliki komitmen bela Tanah Air di sepanjang hidupnya

Tangkapan layar - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat membuka peringatan Hari Santri 2021, Selasa (21/9/2021). (ANTARA/Asep Firmansyah/Youtube-Pendis Channel)

Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri
Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengajak para santri wajib memiliki serta menumbuhkan komitmen bela Tanah Air di sepanjang hidupnya, sebab peran santri vital dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.

"Ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela Tanah Air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia," ujar Yaqut saat membuka peringatan Hari Santri Nasional 2021 yang diikuti secara virtual dari Jakarta, Selasa.

Yaqut mengatakan bela Tanah Air ini sesuai dengan tema yang diangkat pada tahun ini yakni Santri Siaga Jiwa Raga. Para santri adalah aset luar biasa yang dimiliki Indonesia. Dari para santri inilah bangsa Indonesia memiliki karakter yang kuat.

"Siaga Jiwa Raga juga merupakan komitmen seumur hidup santri untuk membela Tanah Air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren," kata dia.

Menag Yaqut menegaskan bahwa Siaga Jiwa bermakna bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil’alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia.

Baca juga: Kemenko: Santri jadi prioritas dalam strategi keuangan inklusif

Baca juga: Wapres: Bersyukur peran santri diakui negara meski menunggu 70 tahun


Karenanya, kata dia, santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.

Siaga Raga berarti badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Karenanya, santri tidak pernah lelah berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia.

"Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di era pandemi Corona Virus Desease (COVID-19) sekarang ini, di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama," kata dia.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan beberapa rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan Hari Santri 2021 di antaranya Pesantren Virtual Exhibition, Sayembara Santri Siaga Jiwa Raga yang meliputi VAKSIN (Video Aksi Kiai-Santri Indonesia).

Kemudian Surat Santri untuk Presiden dan Menteri, Challenge Selamat Hari Santri, Santri Sehari Menjadi Menteri dan berbagai kegiatan lainnya.

"Sebagai penutup dari rangkaian peringatan Hari Santri 2021, akan dilaksanakan Upacara Bendera pada 22 Oktober 2021," kata dia.

Baca juga: Sri Mulyani: Pesantren berperan penting, strategis, dan unik

Baca juga: Sarung antara simbol perlawanan kaum santri dan ekonomi kreatif

 

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kapolresta Malang Kota dorong santri jadi penggerak prokes COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar