Solo (ANTARA News) - Seorang polisi terluka dan dilarikan ke rumah sakit akibat dipukuli diduga preman yang dicurigai sebagai pengedar narkoba di kawasan swalayan jalan Gatot Subroto, Solo, Senin dini hari.

Korban anggota polisi Polsek Banjarsari, Polresta Surakarta, Bripka Sahyono itu, kini masih dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, akibat terluka di bagian kepalanya karena dipukuli dengan batu paving oleh pelaku.

Menurut korban yang bertugas di Satuan Sentral Pelayan Kepolisian (SPK) Polsek Banjasari, kejadian tersebut begitu cepat, sekitar pukul 01.00 dini hari.

Korban yang datang ke tempat lokasi kejadian hendak membeli rokok, tetapi dia melihat seseorang yang dicurigai pengedar narkoba dengan membawa tas kecil di kawasan parkiran swalayan tersebut.

Korban yang mengenakan baju seragam lengkap dan berjaket, tetapi tanpa bersenjata api itu, mencoba menangkap orang yang dicurigai orang yang diduga pengedar narkoba tersebut.

Pada saat korban mendekat orang yang dicurigai tersebut hendak lari sambil memegangi tasnya.

Korban berusaha memegang tas pelaku supaya tidak kabur, tetapi justru orang itu memukuli berkali kali dengan batu di kepala korban hingga terkapar tidak berdaya.

Korban kemudian ditolong warga sekitar dan melaporkan kejadian itu ke pos polisi. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut Kepala Polresta Surakarta Kombes Pol Nana Sudjana melalui Kapolsek Serengan, Kompol Kaharudin, pelaku saat ini masih dalam penyelidikan.

Korban saat hendak kembali bertugas di Polsek Banjasari Solo, mampir hendak beli rokok di TKP. Korban melihat orang yang lama dicurigai sebagai pengedar narkoba.

Korban yang hendak menangkap pelaku, justru melawan hingga terjadi pergumulan yang berujung petugas polisi terluka.

"Kami mengintensifkan operasi di kawasan itu yang diduga sebagai kawasan transaksi narkoba," kata Kapolsek.

Korban hingga saat ini masih menjalani perawatan di RS PKU Solo, akibat terluka di bagian mata, kepala bagian atas, dan belakang akibat dipukul pelaku. (B018/S019/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2011