PON Papua

Putra-Putri Merauke bangga terlibat sukseskan PON Papua

Putra-Putri Merauke bangga terlibat sukseskan PON Papua

Relawan PON XX Papua Dorkas Anatji Kaize bertugas di arena wushu, GOR Futsal KONI, Merauke. (29/9/2021). ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono

Sebagai anak Merauke asli, kita bangga sukseskan PON pertama di Papua dan di Merauke, di tanah Animha ini,
Merauke (ANTARA) - Putra dan Putri Merauke merasakan langsung betapa bangganya mereka terlibat menyukseskan Pekan Olahraga Nasional XX PON yang untuk pertama kalinya dihelat di Bumi Cenderawasih.

Menjadi salah satu dari empat klaster tuan rumah PON Papua, Kabupaten Merauke akan mempertandingkan enam cabang olahraga yaitu wushu, gulat, anggar, catur, sepakbola putri, dan bermotor.

Salah satu relawan, Dorkas Anatji Kaize, mengaku sangat senang pesta olahraga empat tahunan itu dapat dilangsungkan setelah sempat tertunda karena pandemi COVID-19.

Dorkas mengawali tugasnya sebagai relawan pada Rabu ketika GOR Futsal KONI, Merauke menggelar hari pertama pertandingan wushu, cabang olahraga yang mulai paling dini di klaster Merauke.

"Sebagai anak Merauke asli, kita bangga sukseskan PON pertama di Papua dan di Merauke, di tanah Animha ini," kata Dorkas ketika ditemui ANTARA di Merauke.

Dorkas dengan cekatan dan keramahan khas Papua, menyambut dan mengarahkan atlet serta kontingen dari ruang pemanasan menuju ruang pertandingan.

Bersama rekan-rekan relawan lainnya, Dorkas sebelum bertugas telah mendapatkan bimbingan bagaimana menjadi relawan yang baik.

"Seperti bagaimana belajar komunikasi yang baik saat bicara dengan tamu," kata Dorkas.

"Saya juga ingin tahu lebih banyak, menambah pengalaman, pertemanan, juga bertemu dengan atlet dari seluruh provinsi," kata dia ketika ditanya apa motivasi menjadi relawan PON.
Relawan PON XX Papua Isayas Balagaize bertugas di arena wushu, GOR Futsal KONI, Merauke. (29/9/2021) (ANTARA/Aditya E.S. Wicaksono)


Sementara itu relawan di bidang arena, Isayas Balagaize menunjukkan kebanggaan sebagai putra daerah memakai mahkota dari bulu kasuari yang disebut zimbu.

"Saya pribadi jelas sangat bangga karena ini pertama kalinya PON di Papua dan pertama juga di Merauke," kata Isayas.

"Bisa terlibat langsung di lapangan, menangani atlet, ofisial bersama teman-teman."

"Kita sebagai orang asli Papua, ingin membuktikan kalau kita juga bisa mensukseskan 'event' berskala nasional ini. Torang Bisa," kata Isayas mengutip slogan PON yang berarti "kita semua bisa".

Baca juga: Pemkab Merauke pastikan kebutuhan ikan dan daging selama PON mencukupi
Baca juga: Kapsul waktu hingga rumah semut raksasa ada di Merauke
Baca juga: PLTBm Merauke siap sukseskan PON Papua dengan pasokan energi hijau

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar