Ambon (ANTARA News) - Bank Indonesia (BI) Ambon memanfaatkan kegiatan-kegiatan di sektor pariwisata untuk meningkatkan industri rumahan (home industri) dalam rangka mengembangkan sektor riil di Maluku, khususnya Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

"Di Maluku ini ada kegiatan tahunan yang berskala nasional maupun internasional seperti reli kapal layar Ambon - Darwin, Ambon Jazz Festifal (AJF) dan yang direncanakan berlangsung tahun ini Sail Maluku. Kegiatan-kegiatan itu tentu berimbas pada peningkatan industri rumahan seperti jajanan dan sovenir," kata Deputi Pemimpin Bank Indonesia (BI) Bidang Ekonomi Moneter, Poltak Sitanggang di Ambon, Selasa.

Dia mengatakan, potensi pariwisata Maluku yang memikat pelancong adalah keindahan pulau-pulau dan pantainya. Hal itu didukung oleh luas wilayah yang lebih dari 92 persen adalah lautan.

Selain itu, Maluku memiliki keindahan seni budaya yang khas. Peluang-peluang itu sedang dimanfaatkan BI untuk mengembangkan industri jajanan dan cinderamata yang ditargetkan berjalan tahun ini.

"Yang harus kami siapkan yakni penguatan secara lembaga UMKM-UMKM itu melalui pelatihan keuangan dan pendampingan agar usaha itu dapat berjalan dengan baik sehingga ketika mengajukan kredit ke bank ditanggapi," katanya.

Selain itu, kata Poltak, BI juga akan mengajarkan teknik pemasaran yang berkaitan dengan kemasan dan promosi. Untuk keahlian tersebut pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat.

Menurut dia, pelatihan keuangan dan pendampingan dilaksanakan selama tiga - empat bulan hingga pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman atau Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Lamanya pelatihan dan pendampingan biasanya sampai UMKM itu dapat akses ke bank. Kalau UMKM itu kami nilai sudah mampu, maka pelatihan dihentikan dan kami beralih ke UMKM lain," katanya. (*)
(T.KR-RMY/S025/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011