Piala Sudirman

Motivasi tinggi jadi modal Greysia/Apriyani melawan pasangan Denmark

Motivasi tinggi jadi modal Greysia/Apriyani melawan pasangan Denmark

Ekspresi ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu saat menghadapi ganda putri China Du Yue/Li Yin Hui dalam perempatfinal Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Kamis (29/7/2021). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

Jakarta (ANTARA) - Ganda putri Indonesia peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengakui modal utama mereka dalam memenangi laga penyisihan grup melawan pasangan Denmark adalah motivasi yang tinggi untuk selalu memenangkan setiap laga.

Greysia/Apriyani memetik kemenangan straight game 21-17, 21-9 atas pasangan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen pada laga penyisihan terakhir Grup C Piala Sudirman, Rabu sore WIB, di Lapangan 1 Energia Areena, Vantaa, Finlandia.

“Motivasi tidak mau kalah, jadi modal kami. Motivasi untuk diri sendiri dan untuk tim. Kami selalu ingin bisa menyumbang poin bagi Indonesia. Apalagi ini bisa jadi penampilan Piala Sudirman terakhir saya. Itulah yang membuat kami bisa menang,” kata Greysia melalui keterangan resmi PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Greysia/Apriyani bantu Indonesia imbangi sementara Denmark 2-2

Lebih lanjut, ia mengungkapkan performanya bersama Apriyani belum kembali seratus persen sepulangnya mereka dari Olimpiade Tokyo yang digelar Agustus lalu.

Meski demikian, ia mengaku tetap mencoba untuk bermain maksimal dan penuh semangat. Selain itu, keduanya juga berbekal motivasi yang tinggi untuk tidak menyerah begitu saja dalam setiap pertandingan.

“Sebetulnya penampilan kami belum pulih seratus persen. Mungkin baru sekitar 70-80 persen. Tetapi kami di sini tampil dengan membawa mentalitas juara agar tidak mudah kalah setiap kali diturunkan,” ujar Greysia.

Baca juga: Unggul 3-2, Praveen/Melati bawa Indonesia juarai Grup C Piala Sudirman

Apriyani menambahkan jika saat bertarung bersama Greysia, ia hanya berprinsip memberikan penampilan yang terbaik. Ia pun mengaku memiliki keinginan yang besar untuk memenangkan setiap pertandingan.

"Tidak aneh-aneh, kami main hanya untuk menang. Meski sudah juara Olimpiade, kami tidak boleh sombong. Kemenangan di Olimpiade lalu itu membuat kami memiliki kelebihan di tengah lapangan yang bisa menambah kepercayaan diri kami,” timpal Apriyani.

Indonesia mencatat keunggulan 3-2 atas Denmark dan finis sebagai juara Grup C, kemudian disusul Denmark di peringkat kedua. Sementara itu, National Badminton Federation of Russia (NBFR) berada di urutan ketiga dan Kanada menempati posisi terakhir.

Selanjutnya, Indonesia masih harus menunggu hasil undian untuk menentukan lawan di babak perempat final Piala Sudirman, yang akan digelar pada Jumat (1/10).

Baca juga: Ginting akui performa Antonsen jauh lebih baik
Baca juga: Rionny: Kurang konsisten penyebab kekalahan Putri dari Mia Blichfeldt
Baca juga: Terlambat start membuat Minions tertinggal di awal laga lawan Denmark


Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ketum PBSI akui Greysia Polii siap pensiun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar