LPEI-Kemenkeu sinergi latih UMKM Indonesia Timur masuk pasar ekspor

LPEI-Kemenkeu sinergi latih UMKM Indonesia Timur masuk pasar ekspor

LPEI bersinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan RI dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara untuk mendorong peningkatan kapasitas para pelaku UKM berorientasi ekspor, melalui pelatihan yang disebut Coaching Program for New Exporter (CPNE). ANTARA/HO-LPEI/am.

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Indonesia Timur untuk masuk ke pasar internasional.

Kali ini LPEI bersinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Utara untuk mendorong peningkatan kapasitas UKM berorientasi ekspor, melalui pelatihan yang disebut Coaching Program for New Exporter (CPNE).

"Provinsi Sulawesi Utara yang memiliki letak geografis strategis di kawasan Indonesia bagian timur serta sumber daya alam yang melimpah, dapat menjadi hub atau pintu ekspor bagi produk-produk UMKM di Indonesia Timur," kata Direktur Eksekutif LPEI D James Rompas dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

James menuturkan ekspor Sulawesi Utara pada 2020 mencapai 777 juta dolar AS dan sejumlah produk yang dihasilkan termasuk kategori rising star atau memiliki daya saing dan permintaannya terus meningkat.

Bertempat di Kota Manado, pelatihan CPNE tersebut diikuti oleh 50 pelaku UKM yang sebagian besar bergerak di industri makanan dan minuman, serta hasil perkebunan dan hasil laut.

Baca juga: LPEI siap bantu tingkatkan kapasitas UMKM di Indonesia timur

Dalam pelatihan itu, LPEI menggandeng narasumber dari Export Center Surabaya yang sudah berpengalaman di bidang ekspor dengan modul legalitas dan riset pasar ekspor, menentukan HS Code ,dan menentukan harga ekspor.

Direktur Jenderal DJKN Kemenkeu Rionald Silaban meminta semua pihak bekerja sama dan mendorong peningkatan kapasitas UKM.

"Sulawesi Utara sudah mencatatkan capaian yang baik dalam hal ekspor, namun tidak boleh terlena akan hal itu. Sinergi dan kerja sama perlu terus ditingkatkan guna menciptakan inovasi-inovasi sebagai usaha meningkatkan ekspor di Sulawesi Utara. Rangkaian CPNE yang diselenggarakan oleh LPEI juga agar dapat diikuti dengan antusias dan dimanfaatkan secara optimal oleh teman-teman UMKM," ujar Rionald.

CPNE merupakan salah satu program pelatihan ekspor jasa konsultasi LPEI yang bertujuan untuk menciptakan eksportir baru yang diselenggarakan secara berkala.

Program tersebut dimulai sejak 2015 dan sudah melatih hampir 1.000 pelaku UMKM di Indonesia serta telah menghasilkan 70 eksportir baru.

Pada tahun ini LPEI telah melakukan pelatihan ekspor untuk beberapa pelaku UMKM berorientasi ekspor di sejumlah daerah seperti Solo, Bali, Medan, Kendal, Demak, Bandung dan kali ini di Manado dan sekitarnya.

Baca juga: LPEI dukung UKM berorientasi ekspor bangkit dari pandemi
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Infrastruktur Sirkuit Mandalika diserahterimakan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar