PON Papua

Warga antusiastis tunggu pesta kembang api pembukaan PON Papua

Warga antusiastis tunggu pesta kembang api pembukaan PON Papua

Pantai Holtekamp dengan latar belakang Jembatan Merah Youtefa, Papua. ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.

Papua (ANTARA) - Warga pantai Holtekamp Kota Jayapura, Provinsi Papua, antusiastis menunggu pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang bakal diiringi dengan pesta kembang api di Jembatan Merah Youtefa , Sabtu.

"Antusias sekali. Saya sengaja datang ke sini pukul 15.30 WIT ke pantai Holtekamp untuk menyaksikan pesta kembang api di Jembatan Merah," kata Tami,  pengunjung asal Jayapura .

Warga Desa Koya Barat, Distrik Muara Tami tersebut  mengaku antusiastis karena sudah cukup lama menantikan ada acara atau kegiatan karena hampir dua tahun terakhir tak ada acara akibat pandemi COVID- 19.

"Kita sudah bosan juga karena selama ini lebih banyak di rumah dan tidak ada hiburan," kata Tami.

Oleh karena itu bagi dia, adanya pesta olahraga empat tahun tersebut yang tambah dimeriahkan pesta kembang api, sangat dinanti-nantikan warga dan pengunjung pantai Holtekamp .


Baca juga: Pengunjung upacara pembukaan lalui empat lapis pemeriksaan keamanan

Senada dengan Tami, Aris yang juga warga Jayapura mengaku sengaja memilih lokasi pantai Holtekamp agar bisa menyaksikan pesta kembang api sekaligus menikmati suasana dan pemandangan pantai.

"Saya sengaja memilih tempat ini karena pemandangannya bagus. Kalau di Stadion Lukas Enembe cuma bisa melihat stadion saja," kata dia.

Aris mengaku mengetahui ada pesta kembang api di Jembatan Merah dan StadionLukas Enembe dari berbagai informasi yang beredar dalam media sosial.

Terakhir, dia berharap terselenggaranya PON di tanah Papua bisa membuat pemerintah lebih memajukan  berbagai daerah Bumi Cendrawasih, termasuk memajukan sektor pendidikan, sosial, ekonomi, pembangunan dan lain-lain.

"Selain itu, tentu saja kami berharap akan lahir atlet-atlet hebat dari tanah Papua," tutup Aris.


Baca juga: Animo masyarakat tinggi hadiri pembukaan PON XX

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar