Disbud DKI selenggarakan Pameran Batik sebulan di Museum Tekstil

Disbud DKI selenggarakan Pameran Batik sebulan di Museum Tekstil

Sebanyak 45 koleksi kain tradisional dengan motif fauna dipamerkan di Museum Tekstil Jakarta, Senin (6/9/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Museum Seni Jakarta dijadwalkan menyelenggarakan Pameran Batik selama sekitar sebulan di Museum Tekstil Jakarta, dalam rangka peringatan Hari Batik Nasional 2 Oktober 2021.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Iwan Henry Wardhana mengungkapkan pameran dengan tema "Mengungkap Makna Simbolik Motif Batik di Era Pandemi" ini berkolaborasi bersama Yayasan Batik Indonesia yang akan dilaksanakan pada 2-30 Oktober 2021.

"Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan Pameran Batik ini, tentu saja kegiatan ini telah berkontribusi nyata terhadap keberlangsungan Warisan Budaya Tak Benda yaitu Batik Indonesia," ujar Iwan dalam keterangan dari Pemprov DKI di Jakarta, Sabtu.

Dalam pameran tersebut, lanjut Iwan, akan dipamerkan kurang lebih sebanyak 100 lembar batik dengan motif Tambal, Udan Liris dan Gringsing dari koleksi Museum Tekstil, Yayasan Batik Indonesia dan kolektor batik Indonesia.

Baca juga: Disparekraf DKI gandeng hotel beri ruang untuk UMKM promosi batik

Motif-motif batik yang dipamerkan, kata Iwan, memiliki filosofi mendalam terkait kehidupan manusia, termasuk di saat ada kemalangan atau kesusahan, seperti kondisi pandemi saat ini.

Rangkaian kegiatan ini, ujar Iwan, akan disemarakkan dengan beberapa acara, di antaranya pada 2-28 Oktober terdapat Lomba Cipta Kreasi Batik Motif Tambal, Udan Liris dan Gringring.

Pada 6, 14 dan 27 Oktober diramaikan dengan kegiatan Workshop Membatik yang diikuti siswa-siswi SMK dan Komunitas Wastra di DKI Jakarta dan pada 8, 13, 15, 22, 28 dan 30 Oktober dilengkapi dengan kegiatan webinar terkait Batik Indonesia.

"Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta juga terus bersinergi dalam pelestarian batik bersama Yayasan Batik Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berlangsung dengan baik dan terlaksana dengan sempurna," ujarnya.

Baca juga: Pebatik difabel Jaksel ciptakan motif batik unsur Corona

Pameran Batik ini, mendapatkan dukungan penuh melalui dana alokasi khusus (DAK) dan bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) museum dan taman budaya dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Yayasan Batik Indonesia dan para kolektor batik Indonesia, serta segenap pihak yang telah mendukung pameran ini.

Pelestarian dan pengenalan Batik kepada generasi muda menjadi visi dan salah satu misi dari Museum Tekstil dan regenerasi pelestarian batik ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan batik menjadi pusaka budaya kebanggaan bangsa Indonesia.

Tanggal 2 Oktober 2019 adalah kebangkitan batik Indonesia di mata dunia karena saat itu batik Indonesia pertama kali menggema di ruang sidang UNESCO yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage, batik resmi dikukuhkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Dunia milik Indonesia, menyusul Keris dan Wayang sebagai pendahulunya.

Baca juga: Hari Batik diharapkan tingkatkan penggunaan batik Betawi

Untuk memperingati hari bersejarah tersebut, maka setiap 2 Oktober, seluruh rakyat Indonesia dan dunia memperingati Hari Batik Nasional.

Pewarta: Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kilas NusAntara Malam

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar