Jayapura (ANTARA) - Agus Adi Prayoko menjadikan PON XX Papua sebagai PON terakhirnya dan ia menutup laganya itu dengan cantik lewat penghargaan tertinggi medali emas pada final senam artistik putra nomor meja lompat (vaulting table).

“Iya ini yang terakhir. Serius yang terakhir. Jadi pensiun dari PON,” kata pesenam asal Jawa Timur itu saat diwawancarai sesudah penerimaan medali berlangsung di Istora Papua Bangkit, Senin.

Agus merasa sudah cukup banyak mendapatkan pengalaman bertanding pada acara multieven terbesar di Indonesia ini.

Selain itu generasi- generasi baru dari para pesenam putra pun sudah mulai bermunculan seperti Abiyu Rafi dan Ronaldo Ferda Garda.

Pria berusia 32 tahun itu pun menilai PON XX Papua menjadi PON yang sangat berkesan karena diadakan dalam kondisi yang tidak normal dan dirinya tetap mendapatkan hasil yang terbaik.

“Karena kita dalam pandemi ya, jadi harus jaga protokol kesehatan dan latihan jadi berkurang. Saya saja (karena pembatasan akibat pandemi) harus istirahat selama enam bulan,” katanya.

Meski pensiun dari PON, ia tetap akan bertanding dan fokus berlatih untuk membela Indonesia di ajang olahraga tingkat internasional.

Pertandingan terdekat yang disiapkan untuk diikutinya adalah ajang SEA Games di Vietnam yang harusnya dihelat pada 2022.

Agus Adi Prayoko telah mendulang banyak prestasi baik di tingkat nasional dan internasional. Pencapaiannya yang dikenal masyarakat adalah pada saat perhelatan Asian Games 2018 sebagai peraih medali perunggu untuk nomor meja lompat yang memang menjadi nomor spesialisasinya.

Baca juga: Jatim kuasai medali emas senam artistik meja lompat putra
Baca juga: Rifda puncaki senam artistik putri PON Papua dengan 4 emas untuk DKI


Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2021