Kawasan ASEAN+3 diproyeksikan tumbuh 6,1 persen pada 2021

Kawasan ASEAN+3 diproyeksikan  tumbuh 6,1 persen pada 2021

Ilustrasi - Suasana Marina Bay di tengah pandemi COVID-19 berlatar belakang deretan gedung di Singapura. ANTARA/REUTERS/Edgar Su/aa.

Jalan menuju pemulihan dibuka dengan vaksinasi
Jakarta (ANTARA) - Kantor Riset Ekonomi Makro ASEAN+3 (AMRO) memperkirakan bahwa kawasan ASEAN+3 akan tumbuh sebesar 6,1 persen tahun ini dan 5,0 persen pada 2022, setelah membukukan pertumbuhan yang rata pada 2020.

Kantor itu pada Kamis (7/10) menerbitkan Pembaruan Laporan Tahunannya bertajuk ASEAN+3 Regional Economic Outlook (AREO 2021).

Sebelumnya pada Maret, AMRO memperkirakan bahwa kawasan ASEAN+3 akan tumbuh sebesar 6,7 persen pada  2021 dan 4,9 persen pada 2022, setelah menyusut sedikit sebesar 0,2 persen pada  2020.

Baca juga: Pertemuan Menteri Ekonomi ASEAN perkuat upaya pemulihan global

"Jalan menuju pemulihan dibuka dengan vaksinasi,” kata Kepala Ekonom AMRO, Hoe Ee Khor dalam peluncuran Pembaruan Laporan Tahunan AMRO bertajuk ASEAN+3 Regional Economic Outlook (AREO 2021) secara virtual, yang dipantau di Jakarta, Kamis.

"Dengan sebagian besar negara-negara di kawasan ASEAN+3 berada di jalur untuk mencapai target vaksinasi mereka pada awal 2022, kami berharap kawasan ASEAN+3 tumbuh 5,0 persen tahun depan, sedikit lebih baik dari proyeksi Maret kami," tambah Khor.

Hoe Ee Khor mengatakan pihaknya melakukan pembaruan laporan tahunan karena adanya gelombang ketiga COVID-19 yang dipicu varian Delta.

Negara-negara ASEAN saat ini berjuang menghadapi gelombang ketiga virus corona, kata dia.

Baca juga: Ekosistem perdagangan digital inklusif perlu diperkuat di ASEAN

Ia mengatakan kemajuan pesat dalam vaksinasi di kawasan ini akan menjadi pengubah permainan untuk mengendalikan virus dan memberikan alasan untuk optimisme.

Satu setengah tahun setelah pandemi, lanjut dia, tujuan untuk mencapai kekebalan kelompok dan perlindungan dari virus melalui vaksinasi massal menjadi kenyataan di kawasan ASEAN+3

"Bahkan ketika infeksi COVID-19 telah berevolusi dari pandemi menjadi endemik," kata Khor.

Ia mengatakan kombinasi vaksin dan perawatan yang efektif, serta kebijakan pengendalian COVID-19 memicu optimisme dan memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai seperti apa "normal baru" pasca-pandemi.

Pandemi telah mengubah cara bisnis dan konsumen bertransaksi, mempercepat digitalisasi, dan menyebabkan munculnya model bisnis dan jenis perusahaan baru, kata dia.
Baca juga: Pengaturan koridor perjalanan ASEAN akan segera disepakati
Baca juga: Pentingnya kolaborasi regional jaga kesehatan warga dan ekonomi negara

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ini sebab pertumbuhan ekonomi Papua tertinggi nasional pada Q3 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar