PON Papua

Pegulat Kaltim M. Aliansyah raih emas keempat beruntun sejak 2008

Pegulat Kaltim M. Aliansyah raih emas keempat beruntun sejak 2008

Pegulat Kaltim Dewi Ulfah diapit dua saudaranya Muhammad Aliansyah (kiri) dan Andriansyah (kanan). Ketiga bersaudara ini merupakan pegulat andalan Kaltim di PON XX Papua. ANTARA/Arumanto/am.

Merauke (ANTARA) - Pegulat Kalimantan Timur M. Aliansyah tidak terbendung untuk mempertahankan dominasinya di nomor Greco-Roman setelah meraih medali emas PON keempat secara beruntun di GOR Futsal Dispora,Merauke, Papua, Rabu.

Aliansyah belum terkalahkan sejak penampilan perdananya pada PON 2008 di kampung halamannya, Kaltim. Ia sukses mempertahankan medali emasnya di PON 2012 Riau, PON 2016 Jabar, dan kini menambah koleksinya melalui emas PON Papua.

Medali emas keempat dari arena PON diraih Aliansyah setelah mengalahkan pegulat Jawa Barat Peri Budiawan dengan kemenangan mutlak di pertandingan kelas 67 kilogram PON XX Papua.

Medali perunggu kelas ini dibawa pulang Arif Suro Dinoyo ke Jawa Timur setelah menang telak pegulat Bengkulu Tru Wahono di laga perebutan tempat ketiga.

Hari keenam pertandingan cabang olahraga gulat PON Papua di GOR Futsal Dispora, Merauke, Rabu, menjadi awal perjuangan para pegulat Greco-Roman.

Berbeda dengan gulat gaya bebas yang memungkinkan seluruh bagian tubuh digunakan dan diserang, di nomor Greco-Roman pegulat dilarang mencengkeram bagian tubuh lawan di bawah lingkar pinggang atau menjegal dan menggunakan kaki untuk melakukan serangan.

Sebanyak 12 keping medali emas telah diperebutkan para pegulat gaya bebas selama lima hari pertandingan sebelumnya, tinggal menyisakan enam emas dalam dua hari terakhir pertandingan gulat Greco-Roman.

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Didik Kusbiantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar