PON Papua

Christina Jembay masih terlalu perkasa untuk Silpa Lau Ratu

Christina Jembay masih terlalu perkasa untuk Silpa Lau Ratu

Ofisial dari petinju putri Papua Barat Christyina Marwam Jembay (kiri) melepaskan pelindung kepala usai bertanding melawan petinju putri Kalimantan Selatan Silpa Lau Ratu pada babak final tinju kelas Feather 54-57 kilogram putri PON Papua di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Papua, Rabu (13/10/2021). Petinju Papua Barat Christyina Marwam Jembay meraih medali emas usai mengalahkan petinju putri Kalimantan Selatan Silpa Lau Ratu. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jayapura (ANTARA) -
Petinju Papua Barat Christina Marwam Jembay membuktikan diri masih terkalu perkasa untuk petinju Kalimantan Selatan Silpa Lau Ratu saat keduanya bertemu dalam partai final kelas bulu putri (54-57kg) PON Papua di GOR Cendrawasih, Kota Jayapura, Rabu.

Setelah selama tiga ronde penuh bertanding, Christina Jembay dinyatakan menang angka mutlak 5-0 atas Silpa Lau Ratu untuk meraih medali emas kelas bulu putri.

Pertandingan itu adalah ulangan partai final kelas bulu putri PON 2016 ketika mana Christina Jembay juga membawa pulang medali emas.

Sejak ronde pertama, Christina terus melepaskan pukulan-pukulannya yang kuat,. sedangkan Silpa berusaha menghindar dengan memanfaatkan footworknya yang cepat.

Baca juga: Atasi wakil tuan rumah, Beatrichx Suguro raih emas kelas terbang putri

Momentum kemenangan Christina semakin nyata pada pertengahan ronde kedua ketika dia melepaskan pukulan telak yang memaksa wasit  melakukan hitungan untuk memastikan Silpa bisa melanjutkan pertandingan.

Silpa berusaha keluar dari tekanan dengan bertarung lebih agresif saat memasuki ronde ketiga, tetapi Christina dengan cermat mempertebal pertahanannya sembari sesekali melayangkan pukulan keras.

Akhirnya, Silpa harus rela mendapatkan medali perak setelah untuk dua final PON secara beruntun gagal meruntuhkan supremasi Christina.

Petinju Jawa Barat Viska Defri Bambuta dan wakil tuan rumah Maria Gebze yang takluk dalam semifinal mendapatkan medali perunggu bersama kelas bulu putri PON Papua.

Baca juga: Endang sukses pertahankan emas tinju kelas layang putri untuk NTB

Novita Sinadia sumbang emas DKI

Dalam pertandingan final lain yang berlangsung lebih awal, Novita Sinadia menyumbangkan satu emas untuk DKI Jakarta lewat kelas bantam putri.

Novita menang angka mutlak 5-0 atas petinju Nusa Tenggara Barat Karmila setelah sukses memanfaatkan kecepatannya, meski kalah postur tinggi badan dari lawannya.

Medali perunggu bersama kelas bantam putri PON Papua diraih oleh petinju Sulawesi Utara dan Yulianti Galingging dari Jambi yang terhenti dalam semifinal.

Cabang olahraga tinju PON Papua memperebutkan 17 medali yang dibagi menjadi 10 kelas kategori putra dan tujuh kelas kategori putri.

Baca juga: Emas pertama tinju dikantungi tuan rumah

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Dampak ekonomi PON & Peparnas capai Rp1,6 triliun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar