Tips jalankan bisnis kuliner ala Chef Degan Septoadji

Tips jalankan bisnis kuliner ala Chef Degan Septoadji

Chef Degan Septoadji. ANTARA/Instagram @deganseptoadji.

Jakarta (ANTARA) - Chef Degan Septoadji pada Senin membagikan beberapa tips dalam menjalankan bisnis di sektor kuliner.

Pertama, Chef Degan mengatakan, cita rasa dan tekstur makanan yang konsisten menjadi hal yang harus selalu diingat saat berbisnis kuliner.

"Kalau kita sudah siap jual ke pelanggan, produk kita harus selalu konsisten. Cita rasa yang harus selalu sama enaknya dan tekstur yang selalu sama bagusnya," kata Chef Degan dalam acara virtual.

Kedua, penyajian yang menarik. Menurut Chef Degan, keterampilan dalam plating makanan tak kalah penting agar dapat menarik pembeli.

Ketiga, kebersihan dan sanitasi untuk menjaga agar makanan yang dijual selalu aman dikonsumsi.

Baca juga: Tips membuat makanan kekinian di rumah, croffle hingga corn dog

Baca juga: Visual jadi faktor penting bagi pengusaha kuliner berjualan daring


Keempat, kemasan yang tak hanya menarik, tapi juga aman agar makanan tetap sehat dan segar saat sampai ke tangan konsumen.

"Semoga tetap hangat juga. Jadi saat konsumen makan, paling tidak mendekati seperti saat kita baru selesai masak," ujar Chef Degan.

Kelima, Chef Degan mengatakan, pastikan menggunakan bahan yang bagus dan berkualitas dalam setiap produk makanan yang hendak dijual.

"Dengan menggunakan bahan yang bagus dan berkualitas, artinya produk kita juga akan bagus dan berkualitas. Kualitas yang bagus juga tak perlu mahal, ada juga yang kualitas bagus dan enak di dompet," katanya.

Bagi Anda yang baru akan memulai bisnis kuliner, Chef Degan menyarankan untuk memahami pasar sehingga makanan yang akan dijual dapat disukai oleh masyarakat luas.

"Jadi lebih baik sesuatu yang sudah dikenal, sesimpel seperti nasi goreng. Kalau nasi gorengnya enak, unik, dan harganya sesuai, pasti laku kalau standarnya selalu konsisten," tutur Chef Degan.

Lebih lanjut, Chef Degan menambahkan pentingnya meminta pendapat orang lain tentang makanan yang kita buat sebelum resmi dijual ke pasaran.

Jangan sampai, kata dia, makanan yang kita buat hanya disukai oleh diri sendiri dan keluarga terdekat yang sudah terbiasa memakan masakan kita.

"Kalau yang di rumah kan udah biasa dengan masakan kita, tapi belum tentu diterima orang lain. Kalau kita memasak sesuatu lalu diterima dengan baik oleh orang lain, mereka sudah bilang enak, itu layak dicoba untuk dijual," ujarnya.

Baca juga: Belajar mengenal profil daging bersama Chef Degan Septoadji

Baca juga: Chef Degan: masak bersama keluarga bisa jadi aktivitas fisik di rumah

Baca juga: Chef Degan Septoadji promosi sajian masakan Indonesia di Paris

Pewarta: Suci Nurhaliza
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Melirik bisnis masakan nusantara, ikan kakap asam padeh

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar