Ini usul DPRD DKI ke TransJakarta

Ini usul DPRD DKI ke TransJakarta

Kondisi bus TransJakarta yang mengalami kecelakaan di Cawang, Jakarta, Senin (25/10/2021). ANTARA/HO-Satlantas Polres Metro Jaktim/am.

Tiap depo harus ada klinik untuk pengecekan kesehatan dan kebugaran pengemudi
Jakarta (ANTARA) - Komisi B DPRD DKI Jakarta mengusulkan kepada manajemen TransJakarta untuk menyediakan klinik kesehatan di tiap depo untuk memeriksa kesehatan pengemudi sebelum menjalankan tugas.

"Tiap depo harus ada klinik untuk pengecekan kesehatan dan kebugaran pengemudi sebelum bertugas," kata Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz, saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Selain klinik kesehatan, wakil rakyat DKI Jakarta itu juga memberikan usul agar di dalam bus harus ada stiker yang memuat nomor pengaduan jika ada sopir yang bertugas ugal-ugalan.

Dua rekomendasi itu disampaikan dalam klarifikasi kepada manajemen TransJakarta di Cisarua, Bogor. 

Sementara itu, PT Transportasi Jakarta dalam laporan kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, menyebutkan upaya mitigasi dan perbaikan yang dilakukan usai tabrakan dua bus TransJakarta.

Baca juga: Polisi siap pelajari rekam medis sopir TransJakarta yang tabrakan

Upaya mitigasi dan perbaikan itu yakni PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mendorong pengecekan unit yang lebih intensif untuk bagian yang berhubungan dengan keselamatan dalam satu minggu ke depan di antaranya ban, rem dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Kemudian, melakukan pembaharuan prosedur dalam standar prosedur operasional terkait pengecekan kesehatan pengemudi sebelum beroperasi.

Selanjutnya, peningkatan fungsi perangkat dari pusat komando TransJakarta agar dapat berkomunikasi secara cepat dengan kendaraan di lapangan.

Sebelumnya, pada Senin (25/10) sekitar pukul 08.45 WIB, terjadi kecelakaan antara bus TransJakarta dengan nomor lambung BMP240 yang menabrak dari belakang bus BMP211 ketika bus BMP240 berhenti menaikkan dan menurunkan penumpang di Halte Cawang Ciliwung, Jakarta Timur.

Adapun dua kendaraan bus yang terlibat dalam kecelakaan itu dioperasionalkan oleh operator PT Bianglala Metropolitan.

Baca juga: DPRD DKI minta TransJakarta evaluasi manajemen keselamatan

Akibat tabrakan itu, dua orang meninggal dunia yakni pengemudi BMP 240 dan seorang penumpang.

Sedangkan 31 orang lainnya mengalami luka ringan hingga berat dievakuasi ke RS Budi Asih, RS Polri dan RS MMC, sedangkan sisanya sebanyak enam orang dalam kondisi baik dan tidak memerlukan perawatan medis.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kadishub pastikan bus Transjakarta yang terlibat kecelakaan laik jalan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar