Hari Sumpah Pemuda, momen generasi muda tingkatkan kecerdasan karakter

Hari Sumpah Pemuda, momen generasi muda tingkatkan kecerdasan karakter

Koordinator Bidang Penyebaran Penguatan Karakter Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Rusprita Putri Utami dalam jumpa pers virtual bersama TikTok pada Kamis (28/10/2021). (ANTARA/TL/Arnidhya Nur Zhafira)

Kami memiliki satu visi yaitu Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa
Jakarta (ANTARA) - Koordinator Bidang Penyebaran Penguatan Karakter, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) Rusprita Putri Utami mengatakan perayaan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober dapat dimaknai sebagai momen bagi generasi muda untuk terus meningkatkan wawasan dan kecerdasan karakter.

"Hari Sumpah Pemuda ini adalah bentuk ikrar kita sebagai pemuda Indonesia bahwa kita satu Tanah Air, satu bangsa dan satu bahasa. Kita memiliki dasar negara Pancasila, dan ini menjadi landasan kita bersama sebagai pergerakan yang dimotori pemuda-pemudi Indonesia di zaman dahulu dan diteruskan di zaman sekarang," kata Rusprita dalam jumpa pers virtual, Kamis.

"Kami memiliki satu visi yaitu Pelajar Pancasila yang bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Pendidikan karakter ini diimplementasikan dari pendidikan dasar hingga tinggi," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Kemendikbudristek : Literasi dikembangkan dalam konsep lebih luas

Saat disinggung mengenai tantangan dalam upaya penguatan kecerdasan karakter bagi generasi muda di Indonesia, Rusprita mengatakan masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah bagi pemerintah, yang dirangkum dalam tiga isu kritis yang tengah dialami di dunia pendidikan.

Ketiga isu tersebut adalah intoleransi, perundungan, serta kekerasan seksual. Ia mengatakan, Kemendikbudristek memberikan perhatian lebih kepada ketiga isu kritis itu.

"Kami di kementerian sangat concern untuk memerangi tiga isu kritis yang kita akui bersama masih terjadi di dunia pendidikan," kata Rusprita.

"Namun, ini tidak mungkin bisa dilakukan oleh Kemdikbudristek sendiri, perlu kolaborasi dengan berbagai pihak juga, termasuk media dan penyedia aplikasi teknologi. Kami perlu menyesuaikan dengan media-media yang efektif dan banyak digunakan para generasi muda (untuk sampaikan pesan ini," imbuhnya.

Baca juga: Kemendikbudristek: Festival Musik Tradisi ajang kolaborasi musisi

Bicara soal media dan platform media sosial, Rusprita mengatakan pihaknya aktif untuk mengembangkan konten kampanye dengan nilai Pancasila dan kebergaman.

Upaya ini diharapkan bisa memperkuat karakter generasi muda Indonesia, serta dapat mengembangkan generasi muda untuk meningkatkan kompetensi melalui platform daring seperti misalnya diskusi virtual yang merangsang pemikiran kritis dan kreatif.

Ia berpesan kepada generasi muda Indonesia untuk tetap semangat belajar, bukan hanya dari sisi akademis, namun juga toleransi, empati, dan nilai-nilai lainnya yang tertuang di visi Pelajar Pancasila.

"Pada 93 tahun yang lalu, pemuda Indonesia punya semangat kesatuan sebagai warga negara. Dan sekarang, tongkat estafetnya ada di kita. Peran kita sangat dibutuhkan untuk menawarkan solusi nyata bagi negara kita untuk bangkit dari pandemi," kata Rusprita.

"Ini adalah solusi untuk agar kita bisa menjadi bangsa yang besar dan kuat. Generasi muda, dan kita semua, semoga saat ini pun memiliki semangat belajar untuk memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat," ujarnya menambahkan.

Baca juga: Kemendikbudristek apresiasi kehadiran "edutech"

Baca juga: Kemendikbudristek : Universitas siber upaya perluas jangkauan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Khidmatnya peringatan Hari Sumpah Pemuda di tengah sungai Cisadane

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar