Kuala Lumpur (ANTARA News) - Ribuan dosen Indonesia, dewasa ini tercatat menjadi pengajar di berbagai perguruan tinggi di Malaysia yang sebagian besar sebagai tenaga kontrak ataupun peneliti.

"Ada sekitar 4.000 warga Indonesia menjadi dosen dan peneliti di perguruan tinggi di Malaysia," kata Atase Pendidikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Rusdi MA, saat dijumpai di kantornya, Rabu.

Para dosen Indonesia itu tersebar di seluruh negara ini mulai dari Selangor, Johor ataupun Melaka dengan jumlah bervariasi.

"Contohnya, di Universitas Teknologi Malaysia (UTM) di Johor, terdapat 40 dosen Indonesia yang mengajar di sana," katanya dan menambahkan bahwa Menteri Pendidikan Nasional M Nuh akan mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari UTM.

Keterlibatan para dosen Indonesia di kampusnya termasuk dalam bentuk penelitian dan pengajaran, namun soal kebijakan penting masih dipegang oleh pihak Malaysia.

Sementara itu, mahasiswa Indonesia yang kuliah di perguruan tinggi di negeri ini baik yang dimiliki negara ataupun swasta cukup banyak baik untuk jenjang pendidikan S1, S2, bahkan untuk program S3.

Berdasarkan data KBRI Kuala Lumpur, jumlah mahasiswa Indonesia di Malaysia dalam beberapa tahun terakhir ini masih cukup banyak terutama pada tahun 2008 yang mencapai 14.359 orang.

Pada 2009, jumlahnya turun drastis menjadi 10.392 orang, namun pada tahun 2010 (sampai Mei) kembali naik menjadi 13.627 mahasiswa.

Rusdi menjelaskan beberapa alasan para mahasiswa Indonesia berkuliah di Malaysia seperti biaya yang lebih murah dibanding Eropa dan Amerika Serikat, bahasa dan budaya yang banyak kesamaannya ataupun kemudahan transportasi publik sehingga memperlancar aktivitas belajar mereka.

"Transportasi publik di sini terbilang baik termasuk yang menuju ke kampus dengan tarif terjangkau," ungkapnya.

Sedangkan jumlah mahasiswa Malaysia di Indonesia memang tidak sebanyak mahasiswa Indonesia di sini, tapi dari sisi jumlah juga menunjukkan tren meningkat dari 2.344 mahasiswa di tahun 2005 menjadi 5.788 mahasiswa di tahun 2009. Bahkan pada 2010 (sampai Mei), jumlahnya mencapai 6.086 mahasiswa.

Peningkatan itu sejalan dengan keinginan, Malaysia berupaya mencetak sarjana-sarjana diberbagai disiplin Ilmu terutama di bidang kedokteran, farmasi ataupun teknikal.

"Sejumlah universitas di Indonesia yang memiliki fakultas kedokteran, farmasi ataupun teknikal banyak diincar oleh warga Malaysia," jelasnya.(*)

(T.N004/Z002)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011