Jakarta (ANTARA) - Perkembangan pandemi COVID-19 di dunia hari ini:

Pemerintah AS siapkan jutaan dosis vaksin untuk anak-anak

Amerika Serikat akan mulai memberikan suntikan vaksin COVID-19 Pfizer/BioNTech pada anak-anak usia 5-11 tahun pekan ini.

Namun, sebagian besar dari 15 juta dosis yang akan diberikan sepertinya belum tersedia hingga pekan depan.

Jutaan dosis vaksin yang diformulasi khusus buat anak-anak usia itu akan tiba di pusat-pusat distribusi dalam beberapa hari lagi.

Pemerintah federal telah membeli cukup banyak vaksin untuk 28 juta anak-anak yang memenuhi syarat.

Baca juga: Pfizer kantongi kontrak 50 juta dosis vaksin COVID anak dari AS

Jepang longgarkan pembatasan COVID-19 di perbatasan

Jepang pada Selasa mengumumkan rencana untuk melonggarkan aturan COVID-19 di perbatasan secara bertahap, salah satunya memangkas waktu karantina.

Namun kebijakan itu dinilai belum cukup oleh para pelobi bisnis yang meminta agar negara itu dibuka bagi pemegang visa jangka panjang.

Karantina yang lebih singkat hanya menguntungkan pelaku perjalanan bisnis dan warga Jepang, kata Dewan Bisnis Eropa di Jepang.

Kasus COVID-19 di Jepang turun drastis ketika tingkat vaksinasi melampaui 70 persen populasinya.

Pada Senin hanya ada sembilan kasus baru di Tokyo, anjlok dari 5 ribu lebih kasus sehari ketika varian Delta melanda pada Agustus.

Baca juga: Tokyo akan longgarkan pembatasan COVID di restoran saat kasus turun


Pembatasan di Sydney akan dilonggarkan lebih cepat

Kota terbesar di Australia, Sydney, akan mencabut lebih banyak pembatasan COVID-19 bagi warga yang sudah divaksin, lebih cepat dari jadwal pada pekan depan.

Para penerima vaksin di kota pelabuhan berpenduduk 5 juta jiwa itu akan diizinkan menerima tamu berapa pun di rumahnya mulai 8 November.

Pub dan klub sosial juga dibolehkan melayani lebih banyak pengunjung dan membuka kembali lantai dansa.

Baca juga: Pertama selama pandemi, Australia buka perbatasan internasional

New York lanjutkan wajib vaksin, jumlah penentang berkurang

Wali Kota New York Bill de Blasio mengumumkan pada Senin bahwa perintah bagi petugas darurat untuk menjalani vaksinasi COVID-19 berhasil tanpa gangguan dalam pelayanan kota, meski sejumlah pemadam kebakaran yang memprotes perintah itu dilaporkan sakit.

Mandat vaksin di New York mendorong sekian ribu pegawai pemerintah, termasuk petugas layanan medis darurat dan kebersihan, untuk menjalani vaksinasi pertama paling lambat Jumat petang, dan lebih dari 3.500 orang lainnya pada akhir pekan, kata de Blasio.

Baca juga: Mahkamah Agung AS izinkan wajib vaksin sekolah di New York

Amazon cabut aturan masker bagi pekerja gudang yang sudah divaksin

Amazon.com Inc tidak akan mewajibkan karyawan gudang untuk memakai masker di tempat kerja mulai Selasa, kecuali diwajibkan oleh pemerintah lokal atau negara bagian, kata seorang sumber.

Keputusan itu diambil sebelum musim liburan, saat Amazon merekrut ribuan pekerja yang dibayar per jam dengan menawarkan bonus pendaftaran di pasar kerja AS yang ketat.

Sumber: Reuters


Baca juga: Delapan pejabat di China dibebastugaskan terkait kasus terbaru COVID

Baca juga: Azerbaijan targetkan vaksinasi 70 persen penduduk hingga Maret 2022

Penerjemah: Anton Santoso
Editor: Fardah Assegaf
Copyright © ANTARA 2021