Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 121 warga negara Indonesia yang tinggal di kota Sendai, prefektur Miyagi, akan segera direlokasi ke Tokyo, kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Jakarta, Ahad sore.

"Sebanyak 121 WNI direncanakan meninggalkan Sendai dan tiba di Tokyo pada Senin sore," kata Menlu menambahkan bahwa para pengungsi yang mayoritas pelajar itu diperkirakan 60 persen laki-laki dan 40 persen perempuan.

Para pengungsi direncanakan tiba pada Senin sore dengan menggunakan bis, dan ditempatkan di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT), yang terletak di kabupaten Meguro, sekitar 40 menit jalan kaki dari KBRI Tokyo. Mereka kemudian dijadwalkan akan dievakuasi ke Jakarta pada Selasa siang.

Meski demikian, Menlu mengatakan rencana pengungsi tiba di Tokyo tergantung dengan situasi di lapangan.

"Regu penyelamat KBRI Tokyo yang pergi bertemu dengan pengungsi di Sendai, yang biasanya memakan empat jam perjalanan, telah menghabiskan waktu jalan darat selama 18 jam kemarin," tegasnya.

Menlu juga memaparkan, selain melakukan perlindungan WNI, Indonesia ingin membantu pemerintah serta warga Jepang yang sedang dilanda bencana.

"Indonesia terus melakukan komunikasi dengan pemerintah Jepang supaya dapat memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan," katanya.

Ia juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada perhimpunan mahasiswa dan pelajar Indonesia di Jepang, yang telah menjadi elemen penting dalam memperlancar jaringan bantuan di sana.

Regu penyalamat yang berangkat ke Sendai akan mengendarai 2 bus dan direncanakan berangkat pada pukul 15.00 waktu setempat dari Tokyo guna melakukan evakuasi kurang lebih 121 WNI, sementara tim lain akan berangkat menuju Fukushima dengan transport van dengan target menyelamatkan 6 orang WNI, menurut pernyataan resmi dari laman KBRI Tokyo, Sabtu.

Namun KBRI mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan tim tersebut juga harus siap apabila jumlah WNI di lapangan ternyata mengalami peningkatan sebagai akibat pengungsian besar-besaran WNI lain dari wilayah sekitar Sendai.

KBRI Tokyo juga akan melakukan evakuasi warga tahap kedua untuk wilayah Miyagi dan Fukushima.

"Evakuasi kedua wilayah ini akan dilakukan secara serentak dengan mengirim dua tim ke wilayah tersebut, sementara fokus dari tim evakuasi tahap kedua ini adalah untuk membawa bantuan logistik kepada WNI yang tertimpa bencana dan sekaligus memindahkan mereka ke lokasi yang lebih layak," tulis laporan itu.(*)

(T.KR-IFB/E001)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011