Yogyakarta (ANTARA News) - Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta akan menjernihkan air sumur warga yang keruh akibat banjir lahar hujan Merapi di bantaran Sungai Code.

"Senin (pekan depan) kami akan langsung melakukan penjernihan air sumur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta," kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Yogyakarta Suyana di Yogyakarta, Sabtu.

Dia mengatakan, warga yang ingin sumurnya dijernihkan tidak perlu mendaftar ke BLH, karena petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta sudah terlebih dahulu mendata mereka.

"Sehingga penjernihan air sumur warga dapat langsung dilaksanakan berdasarkan data dari petugas higienis sanitasi Dinas Kesehatan," katanya.

Dia menilai penjernihan terus-terusan dengan bahan-bahan kimia dapat menimbulkan dampak yang tidak baik di kemudian hari, khususnya pada kualitas air sumur.

"Masyarakat tampaknya sudah memiliki kesadaran untuk menguras. Biasanya masyarakat sudah menyiapkan tandon air, sehingga saat ada bencana mereka sudah memiliki persediaan air bersih," katanya.

Pascabanjir lahar hujan pada November 2010, sejumlah sumur tidak lagi dapat digunakan karena fisik air telah berubah, yaitu menjadi keruh dan berwarna kehijauan.

E013/M008

Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011